News & Article

...
02 October 2026
Jarang Diketahui! Ka'bah Ternyata Memiliki Dua Lap...

Dari pelataran Masjidil Haram, Ka'bah terlihat sebagai bangunan berbentuk kubus dengan satu bagian atap di puncaknya. Namun, struktur bangunan suci tersebut ternyata lebih kompleks karena memiliki dua lapisan atap yang berada pada bagian dalam dan luar.

 

Kedua lapisan itu tidak menyatu langsung, melainkan dipisahkan oleh ruang lebih dari satu meter. Keberadaan struktur berlapis tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam konstruksi Ka'bah untuk membantu menjaga kekuatan dan ketahanan bangunan.

 

Bagi jemaah yang melihat Ka'bah dari luar, keberadaan dua lapisan atap itu hampir tidak terlihat. Bentuk eksteriornya membuat bagian atas bangunan tampak seperti hanya memiliki satu atap.

 

Dua Lapisan dalam Satu Struktur

 

Melansir theislamicinformation, Atap bagian dalam dan luar Ka'bah sama-sama menggunakan unsur kayu dalam konstruksinya.

 

Struktur atap tersebut dibuat sebagai bagian dari sistem bangunan yang membantu memperkuat bagian atas Ka'bah sekaligus melindungi ruang di dalamnya.

 

Seiring perjalanan waktu, bagian atap juga menjadi salah satu elemen bangunan yang mengalami pemeliharaan dan perbaikan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi struktur tetap kuat dan mempertahankan bentuk bangunan suci tersebut.

 

Tak Terlihat dari Luar

 

Keunikan konstruksi ini membuat Ka'bah memiliki sisi arsitektur yang tidak banyak diketahui jemaah. Dari luar, keseluruhan bangunan tetap terlihat sederhana dengan bentuk kubus yang menjadi ciri khasnya.

 

Namun, bagian dalamnya menyimpan susunan struktur yang lebih kompleks, termasuk lapisan atap yang dibuat terpisah.

 

Keberadaan dua lapisan tersebut menunjukkan bahwa proses pembangunan dan pemeliharaan Ka'bah tidak hanya memperhatikan aspek visual, tetapi juga ketahanan struktur.

 

Ka'bah telah mengalami sejumlah proses renovasi dan pemeliharaan sepanjang sejarahnya. Perawatan dilakukan pada berbagai bagian bangunan untuk memastikan kondisinya tetap terjaga.

 

Atap menjadi salah satu bagian yang membutuhkan perhatian karena berfungsi melindungi ruang di dalam bangunan dari pengaruh lingkungan.

 

Perawatan terhadap bagian tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan dan menjaga stabilitas struktur secara keseluruhan.

 

Detail Arsitektur yang Jarang Diketahui

 

Keberadaan dua lapisan atap menambah daftar keunikan arsitektur Ka'bah yang tidak mudah terlihat dari luar.

 

Bangunan yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia itu tidak hanya memiliki nilai spiritual yang sangat besar, tetapi juga menyimpan detail konstruksi yang menunjukkan upaya panjang dalam menjaga kekuatan dan kelestariannya.

 

Bagi jutaan umat Islam yang datang ke Masjidil Haram setiap tahun, Ka'bah mungkin tampak sebagai bangunan sederhana. Namun, di balik bentuknya yang ikonik, terdapat struktur arsitektur yang dirancang dengan perhatian besar terhadap keta

hanan dan keberlanjutan bangunan.

 

Read more
...
14 September 2026
Suhu Masjidil Haram Dijaga 22-24 Derajat Celsius S...

Suhu di dalam Masjidil Haram dijaga tetap berada di kisaran 22-24 derajat Celsius sepanjang waktu. Untuk mempertahankan kondisi tersebut, sistem pendingin udara terpusat dengan kapasitas sekitar 155.000 ton refrigerasi dioperasikan untuk mendistribusikan udara sejuk ke berbagai area masjid.

 

Sistem tersebut menjadi bagian dari rangkaian teknologi dan solusi rekayasa yang diterapkan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk menjaga kenyamanan jemaah di tengah suhu tinggi Arab Saudi.

 

General Authority for the Affairs of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque terus mengoperasikan sistem pendinginan terpadu yang bekerja mulai dari pelataran luar hingga ruang-ruang salat.

 

Melansir Ajel.sa, sistem itu tidak hanya mengandalkan pendingin udara, tetapi juga memadukan kipas kabut, material lantai khusus, teknologi pengaturan suhu, hingga sistem pemantauan dan pemeliharaan.

 

Dari Kipas Kabut hingga Marmer Thassos

 

Upaya menekan suhu sudah dimulai sejak jemaah berada di area luar masjid.

 

Kipas kabut atau mist fans ditempatkan di pelataran untuk membantu mendinginkan udara sekaligus mengurangi sensasi panas, terutama pada siang hari.

 

Sistem tersebut dirancang untuk mendukung mobilitas jemaah yang terus bergerak melalui berbagai jalur antara pintu masuk, pelataran, hingga area salat.

 

Selain teknologi penyemprot kabut, pemilihan material lantai juga menjadi bagian penting dari sistem pengendalian panas.

 

Pelataran berwarna putih menggunakan marmer Thassos. Material ini memiliki pori-pori halus yang mampu menyerap kelembapan pada malam hari dan secara bertahap melepaskannya ketika suhu meningkat pada siang hari.

 

Karakteristik tersebut membantu membatasi penyerapan panas dari sinar matahari sehingga permukaan pelataran lebih nyaman dilalui jemaah, terutama saat tengah hari.

 

Masjidil Haram Punya Kapasitas Pendinginan 155.000 Ton

 

Begitu memasuki Masjidil Haram, sistem pendinginan beralih ke teknologi pendingin udara terpusat.

 

Total kapasitas pendinginannya mencapai sekitar 155.000 ton refrigerasi.

 

Udara sejuk kemudian didistribusikan ke berbagai bagian masjid untuk menjaga suhu ruangan tetap berada pada kisaran 22 hingga 24 derajat Celsius sepanjang hari.

 

Sistem itu ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi jemaah yang melaksanakan salat maupun ibadah lainnya di dalam Masjidil Haram.

 

Besarnya kapasitas tersebut menjadi bagian penting dari pengelolaan fasilitas di masjid yang harus melayani pergerakan jemaah secara terus-menerus sepanjang tahun.

 

Sistem Pendingin Masjid Nabawi Berjarak 7 Kilometer

 

Teknologi serupa juga diterapkan di Masjid Nabawi, Madinah.

 

Namun, sistem pendinginan di masjid tersebut didukung oleh stasiun pendingin pusat yang berada sekitar 7 kilometer di sebelah barat Masjid Nabawi.

 

Stasiun tersebut mengoperasikan enam unit pendingin. Masing-masing unit memiliki kapasitas sekitar 3.400 ton.

 

Dengan sistem tersebut, udara dingin dapat didistribusikan secara efektif dan seimbang ke berbagai bagian Masjid Nabawi.

 

Pengaturan distribusi menjadi penting untuk menjaga kenyamanan jemaah di berbagai area masjid secara bersamaan.

 

Sistem Terintegrasi untuk Kenyamanan Jemaah

 

Teknologi pendinginan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tidak berdiri sebagai satu perangkat tunggal.

 

Sistem tersebut merupakan kombinasi antara solusi rekayasa, karakteristik material alami, teknologi pemantauan dan kontrol, serta pemeliharaan preventif.

 

Mulai dari pendinginan pelataran menggunakan kipas kabut, penggunaan marmer yang dapat membantu menekan penyerapan panas, hingga sistem AC sentral berkapasitas besar, seluruhnya bekerja untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi jemaah.

 

Pengelolaan ini menjadi salah satu upaya menjaga kenyamanan pengunjung Dua Masjid Suci sepanjang tahun

, termasuk ketika suhu udara di Arab Saudi meningkat.

 

Read more
...
11 September 2026
Halq dan Taqsir, Aturan Potong Rambut setelah Haji...

Setelah menyelesaikan rangkaian tertentu dalam ibadah haji maupun umrah, jemaah masih harus menjalani satu tahapan penting sebelum keluar dari keadaan ihram, yakni halq atau taqsir.

 

Halq berarti mencukur seluruh rambut kepala hingga habis. Sementara taqsir berarti memendekkan atau memotong sebagian rambut.

 

Keduanya menjadi bagian penting dalam rangkaian haji dan umrah karena berkaitan dengan proses tahallul atau keluarnya jemaah dari larangan ihram.

 

Aturan bagi laki-laki dan perempuan pun berbeda. Jemaah laki-laki dapat memilih halq atau taqsir, sedangkan perempuan hanya melakukan taqsir dan tidak mencukur habis rambutnya.

 

Apa Itu Halq dan Taqsir?

 

Halq berasal dari bahasa Arab yang bermakna mencukur rambut. Dalam praktiknya, halq dilakukan dengan mencukur seluruh rambut kepala.

 

Adapun taqsir berarti memendekkan rambut.

 

Bagi laki-laki, mencukur kepala hingga habis dinilai lebih utama dibanding hanya memendekkan rambut. Meski demikian, taqsir tetap diperbolehkan.

 

Sementara perempuan hanya melakukan taqsir dengan memotong sebagian rambut.

 

Dalam pelaksanaan umrah, halq atau taqsir dilakukan setelah jemaah menyelesaikan sa'i antara Safa dan Marwah. Setelah tahapan tersebut selesai, jemaah dapat keluar dari keadaan ihram.

 

Rasulullah Mendoakan Orang yang Mencukur Rambut

 

Keutamaan halq bagi laki-laki disebut dalam hadis.

 

Rasulullah SAW bersabda:

 

“Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur kepalanya.”

 

Para sahabat kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang-orang yang memendekkan rambutnya?”

 

Rasulullah kembali mendoakan mereka yang mencukur kepala. Setelah permintaan itu diulang beberapa kali, Rasulullah SAW kemudian turut mendoakan orang-orang yang memendekkan rambutnya.

 

Hadis tersebut diriwayatkan dalam Sahih Al-Bukhari.

 

Halq dan taqsir juga disebut dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Fath ayat 27 mengenai orang-orang yang memasuki Masjidil Haram dalam keadaan aman, sebagian dengan kepala dicukur dan sebagian lainnya dengan rambut dipendekkan.

 

Rasulullah Memulai dari Sisi Kanan

 

Dalam riwayat Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW mencukur rambut setelah menyelesaikan sejumlah rangkaian ibadah di Mina.

 

“Rasulullah SAW datang ke Mina, lalu menuju jumrah dan melemparinya. Setelah itu beliau kembali ke tempat tinggalnya di Mina dan menyembelih hewan kurban. Kemudian beliau memanggil tukang cukur dan memberikan sisi kanan kepalanya untuk dicukur, kemudian sisi kirinya. Setelah itu, beliau membagikan rambut tersebut kepada orang-orang.”

 

Riwayat ini terdapat dalam Sahih Muslim.

 

Dari hadis tersebut, mencukur atau memendekkan rambut dengan memulai dari sisi kanan dipandang sebagai salah satu adab yang mengikuti praktik Rasulullah SAW.

 

Laki-laki Tak Harus Gundul, tapi Halq Lebih Utama

 

Jemaah laki-laki tidak selalu harus mencukur habis seluruh rambut setelah haji atau umrah.

 

Mereka dapat memilih taqsir atau memendekkan rambut.

 

Namun halq dianggap lebih utama karena Rasulullah SAW memberikan doa khusus kepada mereka yang mencukur kepala.

 

Apabila memilih halq, pencukuran dilakukan secara merata di seluruh kepala dan bukan hanya pada sebagian tertentu.

 

Hal ini juga berkaitan dengan larangan qaza', yakni mencukur sebagian rambut kepala dan membiarkan bagian lainnya.

 

Abdullah bin Umar RA meriwayatkan:

 

“Rasulullah SAW melarang qaza', yaitu mencukur sebagian rambut kepala dan membiarkan sebagian yang lain.”

 

Hadis tersebut diriwayatkan dalam Sahih Al-Bukhari.

 

Perempuan Tidak Mencukur Habis Rambut

 

Aturan bagi jemaah perempuan berbeda dengan laki-laki.

 

Perempuan tidak melakukan halq. Mereka cukup melakukan taqsir dengan memotong sebagian rambut.

 

Dalam sebuah hadis dari Ali RA disebutkan:

 

“Rasulullah SAW melarang perempuan mencukur kepalanya.”

 

Hadis tersebut diriwayatkan dalam Sunan An-Nasa'i.

 

Dalam pelaksanaan umrah, perempuan melakukan taqsir setelah menyelesaikan sa'i.

 

Umumnya rambut dipotong sekitar sepanjang ujung jari. Namun ukuran teknis pemotongan rambut dapat berbeda berdasarkan mazhab dan panduan fikih yang digunakan.

 

Karena itu, jemaah disarankan mengikuti bimbingan pembimbing ibadah atau ketentuan mazhab yang menjadi rujukan.

 

Waktu Halq dan Taqsir Berbeda Sesuai Jenis Ibadah

 

Pelaksanaan halq atau taqsir tidak selalu dilakukan pada waktu yang sama karena bergantung pada jenis ibadah yang dijalankan.

 

Umrah

 

Dalam umrah, halq atau taqsir dilakukan setelah jemaah menyelesaikan sa'i antara Safa dan Marwah.

 

Setelah itu, jemaah keluar dari keadaan ihram.

 

Haji Tamattu'

 

Dalam Haji Tamattu', jemaah terlebih dahulu melaksanakan umrah kemudian bertahallul, sebelum kembali berihram untuk menjalankan rangkaian haji.

 

Laki-laki dapat melakukan halq atau taqsir, sedangkan perempuan hanya melakukan taqsir.

 

Haji Qiran

 

Dalam Haji Qiran, jemaah menggabungkan haji dan umrah dalam satu niat dan tetap berada dalam keadaan ihram hingga tiba waktu tahallul dalam rangkaian haji.

 

Karena itu, halq atau taqsir tidak dilakukan setelah rangkaian umrah secara terpisah.

 

Haji Ifrad

 

Haji Ifrad adalah pelaksanaan haji tanpa menggabungkannya dengan umrah.

 

Halq atau taqsir dilakukan pada tahapan tahallul setelah rangkaian ibadah yang ditentukan.

 

Ada Perbedaan Ketentuan Antarmazhab

 

Ketentuan mengenai jumlah rambut yang harus dipotong dalam taqsir memiliki perbedaan di antara mazhab.

 

Dalam mazhab Hanafi, rambut yang dipotong mencakup sedikitnya seperempat bagian kepala, sedangkan mencukur seluruh kepala dinilai lebih utama.

 

Sementara dalam mazhab Syafi'i, memotong minimal tiga helai rambut dinilai sudah memenuhi batas minimal.

 

Perbedaan ini penting dipahami agar jemaah tidak hanya mengandalkan kebiasaan, tetapi mengikuti pedoman fikih yang digunakan dalam bimbingan ibadahnya.

 

Halq dan Taqsir Bukan Sekadar Potong Rambut

 

Halq dan taqsir bukan sekadar aktivitas mencukur rambut setelah ibadah selesai.

 

Keduanya merupakan bagian dari rangkaian ibadah dan menjadi salah satu penanda selesainya tahapan ihram.

 

Secara spiritual, mencukur atau memendekkan rambut juga kerap dimaknai sebagai simbol pembaruan diri, pelepasan dari keterikatan terhadap penampilan, serta bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

 

Karena itu, jemaah perlu

 memahami waktu, tata cara, serta ketentuan halq dan taqsir agar proses tahallul dilakukan dengan benar sesuai tuntunan ibadah.

 

Read more
...
10 September 2026
Jarang Diketahui, Ini yang Ada di Balik Area Makam...

Masjid Nabawi menjadi salah satu tempat yang paling dirindukan umat Islam ketika berkunjung ke Madinah. Selain menjadi masjid yang dibangun Nabi Muhammad SAW, di kawasan inilah terdapat tempat peristirahatan terakhir Rasulullah SAW.

 

Makam Nabi Muhammad SAW berada di Kamar Suci Nabi atau Sacred Prophetic Chamber, di bagian tenggara Masjid Nabawi. Ruangan tersebut juga menjadi tempat pemakaman dua sahabat terdekat Rasulullah sekaligus khalifah pertama dan kedua, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.

 

Namun, jemaah yang berziarah ke Masjid Nabawi tidak dapat melihat makam Rasulullah SAW secara langsung. Area pemakaman berada di balik sejumlah lapisan pelindung yang telah dibangun dan diperkuat sepanjang sejarah.

 

Di balik kawasan yang sangat dihormati tersebut terdapat sejumlah fakta sejarah menarik. Berikut beberapa di antaranya.

 

1. Nabi Muhammad Dimakamkan di Tempat Beliau Wafat

 

Tempat makam Rasulullah SAW bukan dipilih secara sembarangan.

 

Saat Nabi Muhammad SAW wafat, muncul pembicaraan mengenai lokasi pemakamannya. Ada yang mengusulkan agar beliau dimakamkan di dekat mimbar, sementara yang lain mengusulkan pemakaman di Baqi.

 

Abu Bakar RA kemudian menyampaikan hadis yang pernah didengarnya dari Rasulullah SAW:

 

“Seorang Nabi tidak pernah dimakamkan kecuali di tempat ia wafat.”

 

Artinya, seorang nabi dimakamkan di tempat ia wafat.

 

Nabi Muhammad SAW kemudian dimakamkan di tempat beliau wafat, yakni kamar Aisyah RA.

 

Dalam riwayat Aisyah RA yang dikutip dalam bahan, menjelang wafat Rasulullah SAW mengucapkan:

 

“Ya Allah! (Bersama) Kekasih Yang Mahatinggi.”

 

Rasulullah SAW wafat pada usia 63 tahun setelah mengalami sakit selama sekitar 14 hari.

 

2. Ada Tiga Makam dalam Kamar Suci

 

Rasulullah SAW tidak sendiri di dalam Kamar Suci Nabi.

 

Dua sahabat terdekat beliau, Abu Bakar RA dan Umar bin Khattab RA, juga dimakamkan di tempat tersebut.

 

Abu Bakar RA wafat pada usia 63 tahun dan dimakamkan di dekat Rasulullah SAW sesuai keinginannya.

 

Setelah itu, Umar bin Khattab RA juga dimakamkan di dalam kamar tersebut setelah wafat.

 

Dengan demikian, terdapat tiga makam di dalam kawasan Kamar Suci Nabi:

 

Nabi Muhammad SAW

 

Abu Bakar Ash-Shiddiq RA

 

Umar bin Khattab RA

 

Ketiganya berada di kawasan yang dahulu merupakan bagian dari kediaman Aisyah RA.

 

3. Makam Nabi Tidak Bisa Dilihat Langsung

 

Meski jemaah dapat mendatangi kawasan di sekitar makam untuk menyampaikan salam, lokasi pemakaman Nabi Muhammad SAW tidak dapat dilihat secara langsung.

 

Kamar tempat makam berada telah dilindungi oleh lapisan dinding dan penghalang.

 

Di bagian depan terdapat kisi-kisi atau pagar yang menjadi batas antara jemaah dan kawasan Kamar Suci.

 

Terdapat tiga bukaan berbentuk lingkaran yang menjadi penanda posisi tiga makam. Bukaan paling besar di sisi kiri menghadap ke arah makam Nabi Muhammad SAW, bagian tengah menandai posisi makam Abu Bakar RA, sedangkan sisi kanan menghadap posisi makam Umar RA.

 

Namun, makam ketiganya tidak terlihat melalui bukaan tersebut.

 

Dengan kata lain, apa yang dilihat jemaah dari luar bukanlah makam Nabi Muhammad SAW secara langsung.

 

4. Kamar Suci Dulunya Rumah Aisyah RA

 

Salah satu fakta penting dalam sejarah makam Rasulullah adalah lokasinya yang awalnya merupakan rumah Aisyah RA.

 

Pada masa Nabi Muhammad SAW, para istri Rasulullah tinggal di rumah-rumah sederhana atau hujrah yang berada berdekatan dengan Masjid Nabawi.

 

Ketika Rasulullah SAW sakit menjelang wafat, beliau berada di kediaman Aisyah RA.

 

Karena seorang nabi dimakamkan di tempat wafatnya, kamar tersebut kemudian menjadi lokasi pemakaman Rasulullah.

 

Setelah Abu Bakar dan Umar wafat, keduanya juga dimakamkan di kawasan yang sama.

 

Perkembangan dan perluasan Masjid Nabawi pada masa-masa berikutnya kemudian membuat kawasan bekas rumah tersebut menjadi bagian dari kompleks Masjid Nabawi seperti yang dikenal sekarang.

 

5. Dilindungi Dinding Berlapis Sepanjang Sejarah

 

Perlindungan terhadap makam Nabi Muhammad SAW mengalami perkembangan selama berabad-abad.

 

Bahan menyebut salah satu dinding di sekitar kamar dibangun pada 91 H pada masa Umar bin Abdul Aziz dengan tujuan mencegah orang memasuki area makam.

 

Lapisan perlindungan kembali diperkuat pada periode-periode berikutnya.

 

Pada 1282 M atau 678 H, Al-Zahir Baybars disebut membangun struktur pelindung dengan ketinggian sekitar tiga meter.

 

Setelah kebakaran besar Masjid Nabawi pada 886 H atau 1481 M, Sultan Al-Ashraf Qaitbay kemudian melakukan rekonstruksi dan memperkuat kawasan tersebut menggunakan struktur besi.

 

Pada masa Kesultanan Utsmaniyah, struktur kubah di atas Kamar Suci juga mengalami renovasi.

 

Sultan Mahmud II memerintahkan penggantian kubah setelah ditemukan keretakan pada bagian luarnya. Kubah baru dibangun menggunakan batu bata dan kemudian dicat hijau pada masa Sultan Abdul Mejid.

 

Kubah hijau tersebut kini menjadi salah satu ciri paling mudah dikenali dari kompleks Masjid Nabawi.

 

6. Pernah Selamat dari Kebakaran Besar Masjid Nabawi

 

Masjid Nabawi beberapa kali mengalami peristiwa kebakaran besar dalam sejarah.

 

Salah satunya terjadi pada 645 H. Kebakaran disebut menghancurkan sebagian besar kawasan masjid, tetapi lokasi makam Rasulullah tetap terjaga.

 

Bagian atap di sekitar struktur makam dilaporkan mengalami kerusakan dan kemudian dilakukan upaya pemulihan.

 

Kebakaran besar kembali terjadi pada 886 H setelah petir menyambar salah satu menara Masjid Nabawi pada bulan Ramadan.

 

Api menyebabkan kerusakan pada bangunan masjid dan kemudian mendorong dilakukannya rekonstruksi besar pada masa Sultan Qaitbay.

 

Dalam berbagai pembangunan tersebut, kawasan makam Nabi tetap diperlakukan secara khusus untuk menjaga kesuciannya.

 

Apa Itu Mawajahah?

 

Di sekitar Kamar Suci terdapat kawasan yang dikenal sebagai Mawajahah, yaitu tempat jemaah menghadap ke arah makam Rasulullah SAW untuk menyampaikan salam.

 

Pada bagian tersebut terdapat penanda yang mengarah ke posisi makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar RA, dan Umar RA.

 

Di atas kisi-kisi Mawajahah juga terdapat kutipan Surah Al-Hujurat ayat 3 yang berbicara mengenai adab merendahkan suara di hadapan Rasulullah.

 

 

Meski berada sangat dekat dengan lokasi makam, jemaah tetap tidak dapat melihat tempat pemakaman secara langsung.

 

Read more
...
13 August 2026
Saudi Hadirkan Aplikasi Imamz! Kini Jadwal Imam hi...

Transformasi digital terus dilakukan Arab Saudi untuk meningkatkan layanan bagi jemaah haji dan umrah. Melalui aplikasi "Imamz", Kepresidenan Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menghadirkan beragam layanan digital yang memudahkan umat Islam di seluruh dunia mengakses informasi, jadwal ibadah, hingga konten keagamaan dari Dua Masjid Suci.

 

Aplikasi tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperluas layanan digital sekaligus menghadirkan pengalaman beribadah yang lebih mudah, praktis, dan informatif bagi para jemaah maupun masyarakat umum.

 

Jadwal Imam hingga Waktu Salat Selalu Terbarui

 

Melalui aplikasi Imamz, pengguna dapat mengakses jadwal waktu salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang diperbarui setiap hari. Aplikasi ini juga menyediakan informasi mengenai jadwal imam dan muazin yang bertugas di Dua Masjid Suci.

 

Khusus selama Ramadan, Imamz menghadirkan jadwal imam salat Tarawih dan Tahajud sehingga pengguna dapat mengetahui imam yang akan memimpin salat di kedua masjid suci tersebut.

 

Simpan Rekaman Doa, Khutbah, hingga Tilawah Al-Qur'an

 

Tak hanya menyajikan informasi jadwal ibadah, Imamz juga dilengkapi arsip digital doa-doa harian yang tersedia dalam format audio dan video.

 

Pengguna juga dapat mengakses arsip khutbah Jumat untuk didengarkan maupun disaksikan kembali kapan saja.

 

Fitur lainnya adalah Al-Qur'an audio-visual yang menampilkan bacaan para imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang disinkronkan dengan teks ayat Al-Qur'an, sehingga memudahkan pengguna mengikuti tilawah secara lebih interaktif.

 

Perluas Dakwah Dua Masjid Suci Lewat Platform Digital

 

Aplikasi Imamz turut menghadirkan berbagai pesan-pesan keimanan serta pilihan cuplikan bacaan Al-Qur'an dan potongan khutbah dari para imam dan khatib Dua Masjid Suci.

 

Melalui berbagai konten tersebut, Kepresidenan Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi berupaya memperluas jangkauan dakwah dan syiar Islam melalui platform digital modern agar dapat diakses masyarakat dari berbagai belahan dunia.

 

 

 

Sumber: Saudi Press Agency

Read more
...
12 August 2026
Mau ke Raudhah? Kini Jemaah Bisa Pantau Antrean da...

Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan ibadah. Otoritas Umum untuk Pengelolaan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi meluncurkan platform digital yang memungkinkan para jemaah dan pengunjung Masjid Nabawi merencanakan kunjungan lebih baik sekaligus memperoleh informasi layanan secara real-time.

 

Platform yang dapat diakses melalui situs resmi otoritas tersebut menghadirkan berbagai layanan digital sebelum maupun selama kunjungan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan pengalaman beribadah yang lebih nyaman bagi para pengunjung Masjid Nabawi.

 

Hadirkan Peta Interaktif hingga Pantauan Kepadatan Jemaah

 

Sejumlah fitur baru disediakan dalam platform tersebut, di antaranya peta interaktif Masjid Nabawi, layanan pemantauan kepadatan jalur menuju area penyampaian salam kepada Nabi Muhammad SAW secara langsung (live crowd monitoring), informasi tingkat keterisian area salat secara real-time, portal layanan pengunjung, platform Manarat Al Haramain, panduan beribadah, hingga pusat layanan bagi anak-anak.

 

Melalui peta interaktif, pengunjung dapat mengetahui lokasi berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di lingkungan Masjid Nabawi sehingga memudahkan mobilitas selama berada di kawasan masjid.

 

Sementara itu, layanan pemantauan kepadatan memungkinkan jemaah melihat kondisi antrean sebelum menuju Raudhah maupun area penyampaian salam kepada Rasulullah SAW. Dengan demikian, pengunjung dapat memilih waktu yang lebih tepat untuk beribadah.

 

Bantu Jemaah Menentukan Waktu Salat yang Lebih Nyaman

 

Selain memantau kepadatan, platform tersebut juga menyediakan informasi mengenai tingkat keterisian area salat secara langsung.

 

Layanan ini membantu jemaah menentukan lokasi maupun waktu yang paling sesuai untuk melaksanakan salat sehingga diharapkan dapat mengurangi kepadatan pada titik-titik tertentu di dalam Masjid Nabawi.

 

Tidak hanya itu, platform juga menyediakan berbagai informasi layanan melalui portal khusus pengunjung, akses ke platform Manarat Al Haramain, panduan ibadah, serta fasilitas pusat keramahan anak sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan.

 

Otoritas Umum untuk Pengelolaan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyatakan peluncuran platform digital tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi digital Arab Saudi.

 

Melalui digitalisasi layanan, pemerintah Arab Saudi berupaya meningkatkan kemudahan akses terhadap berbagai layanan bagi jemaah sekaligus memperkaya pengalaman beribadah para peng

unjung Masjid Nabawi.

 

Read more
...
11 August 2026
Makkah dan Madinah Masuk 10 Besar Kota Paling Bany...

Makkah dan Madinah mencatatkan capaian penting di sektor pariwisata dan pelayanan jemaah pada 2025. Dua kota suci tersebut berhasil masuk dalam daftar 10 kota dengan jumlah kunjungan wisatawan internasional terbanyak di dunia, seiring meningkatnya jumlah jemaah haji dan umrah yang datang ke Arab Saudi.

 

Laporan tahunan 2025 Program Doyof Al-Rahman (Guests of God) Service Program bertajuk Honor and Impact mengungkapkan, Makkah menempati peringkat kelima dunia sebagai kota dengan jumlah pengunjung internasional terbanyak, sedangkan Madinah berada di peringkat ketujuh dunia dalam indeks kinerja pariwisata internasional.

 

Program yang merupakan bagian dari implementasi Saudi Vision 2030 itu menyebut capaian tersebut mencerminkan kesiapan sistem pelayanan dan efektivitas layanan yang diberikan kepada jemaah.

 

Sepanjang 2025, Arab Saudi menerima lebih dari 19,5 juta jemaah dari luar negeri, terdiri atas sekitar 18,03 juta jemaah umrah dan 1,5 juta jemaah haji.

 

Jumlah jemaah umrah tersebut meningkat 114 persen dibandingkan 2022.

 

Tingkat Kepuasan Jemaah Lampaui Target Saudi Vision 2030

 

Di tengah lonjakan jumlah jemaah, tingkat kepuasan terhadap layanan tetap berada pada level tinggi.

 

Laporan tersebut mencatat tingkat kepuasan jemaah haji mencapai 91 persen, sementara kepuasan jemaah umrah mencapai 94 persen. Kedua angka tersebut melampaui target yang ditetapkan dalam Saudi Vision 2030.

 

Program Doyof Al-Rahman juga memaparkan berbagai capaian dari inisiatif dan proyek yang dijalankan sepanjang tahun untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji, umrah, dan para pengunjung.

 

Berbagai upaya tersebut disebut berhasil meningkatkan kualitas perjalanan ibadah, mulai dari tahap perencanaan keberangkatan hingga jemaah kembali ke negara asal dengan aman.

 

Raudhah Dikunjungi Lebih dari 16 Juta Orang

 

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa Raudhah Al-Sharif di Masjid Nabawi menerima lebih dari 16 juta pengunjung sepanjang 2025.

 

Tingkat kepuasan pengunjung Raudhah meningkat menjadi 88 persen, naik signifikan dibandingkan 57 persen pada 2022.

 

Peningkatan tersebut dinilai menunjukkan dampak dari berbagai penyempurnaan layanan dan kemudahan yang diberikan kepada jemaah dalam menjalankan ibadah sesuai standar pelayanan yang semakin baik.

 

87 Inisiatif dan 184 Ribu Relawan Dukung Pelayanan Jemaah

 

Sepanjang 2025, Program Doyof Al-Rahman melaksanakan 87 inisiatif bersama lebih dari 60 instansi pelaksana dengan tingkat realisasi mencapai 100 persen.

 

Capaian tersebut disebut mencerminkan komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan pelayanan kepada para tamu Allah sekaligus mendukung target Saudi Vision 2030.

 

Selain itu, jumlah situs bersejarah dan destinasi budaya yang telah dikembangkan di Makkah dan Madinah bertambah menjadi 87 lokasi, yang dikunjungi lebih dari 55 juta kali selama 2025.

 

Keberadaan destinasi tersebut dinilai memperkaya pengalaman spiritual jemaah sekaligus memperkuat keterhubungan mereka dengan warisan sejarah Islam di Arab Saudi.

 

Laporan itu juga mencatat keterlibatan lebih dari 184.000 relawan yang ikut melayani jemaah sepanjang 2025, menunjukkan semakin berkembangnya budaya kerelawanan di Arab Saudi.

 

Indonesia Masuk Tiga Besar Penerima Visa Umrah

 

Dalam bidang layanan digital, Arab Saudi menerbitkan sekitar 15,03 juta visa untuk keperluan umrah, kunjungan, dan tujuan lainnya selama 2025.

 

Sebanyak 83 persen dari total visa tersebut merupakan visa umrah.

 

Pakistan, Indonesia, dan Mesir menjadi tiga negara dengan jumlah penerima visa umrah terbanyak pada 2025. Capaian ini disebut mencerminkan upaya Arab Saudi dalam mempermudah proses perjalanan ibadah sekaligus meningk

atkan pengalaman jemaah dari berbagai negara.

 

Read more
...
07 August 2026
Catatkan Rekor! Saudi Terima 19,5 Juta Jemaah Haji...

Arab Saudi mencatat tonggak penting dalam penyelenggaraan layanan haji dan umrah sepanjang 2025. Sebanyak lebih dari 19,5 juta jemaah haji dan umrah dari luar negeri datang ke Kerajaan, di tengah peningkatan kualitas layanan yang berhasil mendorong tingkat kepuasan jemaah melampaui target Saudi Vision 2030.

 

Capaian tersebut terungkap dalam Laporan Tahunan 2025 Pilgrim Experience Program (PEP) bertajuk Honor and Impact. Program yang menjadi salah satu pilar implementasi Saudi Vision 2030 itu memaparkan berbagai hasil pengembangan layanan bagi jemaah haji, umrah, dan pengunjung sejak tahap perencanaan perjalanan hingga kembali ke negara asal.

 

Sepanjang 2025, Pilgrim Experience Program melaksanakan 87 inisiatif bersama lebih dari 60 instansi pelaksana, dengan tingkat realisasi mencapai 100 persen.

 

Menurut laporan tersebut, keberhasilan itu menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada para tamu Allah sekaligus mendukung target Saudi Vision 2030.

 

Jemaah Umrah Naik 114 Persen Dibanding 2022

 

Laporan tersebut mencatat lebih dari 19,5 juta jemaah dari luar negeri datang ke Arab Saudi pada 2025, terdiri atas sekitar 18,03 juta jemaah umrah dan 1,5 juta jemaah haji. Jumlah jemaah umrah meningkat 114 persen dibandingkan 2022.

 

Peningkatan tersebut dinilai mencerminkan kesiapan ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah serta efektivitas layanan yang terus dikembangkan pemerintah Arab Saudi.

 

Kepuasan Jemaah Terus Meningkat

 

Meski jumlah jemaah terus bertambah, tingkat kepuasan terhadap layanan tetap berada pada level tinggi.

 

Laporan Pilgrim Experience Program mencatat tingkat kepuasan jemaah haji mencapai 91 persen, sedangkan kepuasan jemaah umrah mencapai 94 persen. Kedua indikator tersebut melampaui target yang ditetapkan dalam Saudi Vision 2030.

 

Sementara itu, Al-Rawdah Al-Sharifah di Masjid Nabawi menerima lebih dari 16 juta pengunjung sepanjang 2025.

 

Tingkat kepuasan pengunjung Al-Rawdah juga meningkat menjadi 88 persen, dibandingkan 57 persen pada 2022.

 

87 Destinasi Sejarah Islam Tarik 55 Juta Kunjungan

 

Sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman religius dan budaya jemaah, jumlah situs bersejarah serta destinasi edukasi yang telah dikembangkan di Makkah dan Madinah meningkat menjadi 87 lokasi.

 

Destinasi tersebut mencatat lebih dari 55 juta kunjungan sepanjang 2025 dan disebut memperkuat pengalaman spiritual sekaligus pemahaman jemaah terhadap warisan sejarah Islam.

 

Di sisi lain, laporan juga mencatat keterlibatan 184.569 relawan yang membantu melayani jemaah dan pengunjung selama 2025. Angka tersebut mencerminkan semakin berkembangnya budaya kerelawanan di Arab Saudi dalam mendukung pelayanan haji dan umrah.

 

Indonesia Masuk Tiga Besar Penerima Visa Umrah

 

Dalam bidang layanan digital, Arab Saudi menerbitkan sekitar 15,03 juta visa, meliputi visa umrah, kunjungan, dan kategori lainnya.

 

Sebanyak 83 persen dari total visa tersebut merupakan visa umrah.

 

Pakistan, Indonesia, dan Mesir menjadi tiga negara dengan jumlah penerima visa umrah terbanyak sepanjang 2025.

 

Laporan tersebut menyebut capaian tersebut menunjukkan semakin terintegrasinya berbagai upaya untuk mempermudah perjalanan jemaah dan meningkatkan pengalaman mereka selama berada di Arab Saudi.

 

Selain itu, Arab Saudi juga mencatat prestasi di tingkat internasional. Makkah menempati peringkat kelima duniasebagai kota dengan jumlah pengunjung internasional terbanyak, sedangkan Madinah berada di peringkat ketujuh dunia dalam Tourism Performance Index.

Laporan Pilgrim Experience Program menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan target Saudi Vision 2030 sekaligus memperkuat peran Arab Saudi dalam melayani Dua Masjid Suci beserta jutaan jemaah yang datang dari berbagai negara.

Sumber :

 

Read more