News & Article
Indonesia Duduki Posisi Kedua Pengirim Jamaah Umra...
JAKARTA–Pergerakan jamaah umrah dari berbagai negara di awal musim 1448H menunjukan lonjakan yang cukup signifikan. Betapa tidak, hingga 29 Muharram 1448H, pemerintah Arab Saudi mencatat sebanyak 931.500 jamaah telah memasuki Tanah Suci sejak dimulainya awal musim umrah pada 15 Dzulhijjah 1447H. Angka tersebut meningkat 22,5 persen dibandingkan periode yang sama pada awal musim umrah tahun sebelumnya.
Seperti dirilis Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam postingannya di akun resmi X pada Sabtu (18/7/2026) menunjukkan tren positif dalam penyelenggaraan umrah di tengah memanasnya kembali eskalasi Timur Tengah.
Dalam data itu disebutkan juga Pakistan sebagai negara pengirim jamaah umrah terbanyak sekitar 200.000 jamaah. Sementara Indonesia masih berada di posisi kedua dengan jumlah sebanyak 170.000 jamaah umrah. Kemudian di posisi ketiga ada Irak yang mengirimkan sebanyak 130.000 jamaah.
Setidaknya, dengan posisi Indonesia sebagai negara kedua terbanyak pengirim jamaah umrah di awal musim ini menjadi indikator masih tingginya minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. (hay)
"Pedagang" dan Tempat Suci: Sebuah bisikan Hati
Kita menghabiskan hari-hari kita sebagai "pedagang" yang gelisah di pasar yang ramai dan berisik, menukar waktu tenang dalam hidup kita dengan beban berat yang kita kira emas. Kita membangun tempat nyaman, mengisi rak-rak kita dengan penghargaan duniawi, dan membungkus diri kita dengan pakaian kesuksesan. Namun—ketika hiruk pikuk siang hari memudar dan malam tiba, hembusan angin dingin yang halus berhembus melalui lorong-lorong dada.
Itu adalah rasa sakit yang mendalam karena kehilangan bagian yang hilang. Kita menyadari bahwa tangan kita penuh, tetapi jiwa kita benar-benar kering.
Datanglah fajar ketika pengembaraan harus berakhir. Jiwa, lelah membawa dunia, mendengar gema yang jauh dan familiar memanggilnya kembali ke halaman penciptaannya. Kita menggenggam tangan orang-orang yang kita cintai, melangkah keluar dari bayang-bayang kota-kota menjulang yang kita bangun, dan berjalan menuju cahaya yang telah menyala sejak awal waktu.
Perhatikan para pensyiar Baitullah. Mereka tidak menjauh dari kehidupan; mereka berjalan menuju esensi kehidupan itu sendiri. Mereka telah menanggalkan baju besi dunia modern yang berat dan rumit untuk mengenakan kain penyerahan diri yang sederhana dan tanpa cela. Menara-menara bercahaya di depan bukanlah sekadar tujuan di peta; itu adalah perapian yang menyambut dari Rumah yang kita lupakan bahwa kita adalah miliknya.
Beberapa perjalanan dirancang untuk menunjukkan cakrawala baru. Perjalanan ini dirancang untuk mengembalikan hatimu sendiri.
Pergilah dan temukan apa yang telah hilang. Karena perjalanan suci tidak hanya menyegarkan tubuh—tetapi juga menebus jiwa.
- gLg -
Arab Saudi Luncurkan Visa Khusus, Jamaah Umrah Bis...
REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memperkenalkan visa umrah masuk ganda (multiple-entry). Dengan visa ini, jamaah umrah dimungkinkan masuk ke Arab Saudi berkali-kali dalam jangka waktu satu tahun, dengan total masa tinggal di sana hingga 90 hari.
Visa ini berlaku selama 365 hari sejak tanggal diterbitkan dan memungkinkan jamaah melakukan beberapa kali kunjungan selama masa berlakunya. Total masa tinggal 90 hari dihitung secara kumulatif berdasarkan jumlah hari yang dihabiskan di Arab Saudi pada setiap kunjungan.
Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan Jika Fiskal Tertekan Mendagri Tito Karnavian Prihatin, Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas Pasca OTT Bupati Lombok Barat Wamentan: B50 Percepat Swasembada Energi RI Sesuai Visi Prabowo
Namun, kementerian menegaskan bahwa visa umrah multiple-entry tidak dapat digunakan untuk memasuki Arab Saudi selama musim haji. Selain itu, durasi paket layanan umrah yang dipilih tidak boleh melebihi sisa masa tinggal yang masih tersedia berdasarkan visa tersebut.
Untuk memperoleh visa ini, jamaah wajib membeli paket layanan dari salah satu penyedia layanan yang telah terakreditasi dan terdaftar di platform Nusuk untuk setiap kunjungan.
Sebelum setiap kali masuk ke Arab Saudi, jamaah juga diwajibkan memperoleh izin umrah melalui aplikasi Nusuk. Tanggal izin umrah harus sesuai dengan paket layanan yang telah disetujui, serta memenuhi seluruh persyaratan perjalanan dan ketentuan masuk yang berlaku.
Kementerian menambahkan bahwa visa tersebut akan secara otomatis dinonaktifkan setiap kali jamaah meninggalkan Arab Saudi. Dan, akan diaktifkan kembali untuk kunjungan berikutnya setelah seluruh persyaratan sesuai regulasi dipenuhi.
Sisa masa tinggal yang masih tersedia akan secara otomatis dibawa ke kunjungan berikutnya dan dapat digunakan selama visa tersebut masih berlaku.
Sumber:
Saudi Gazette
Indonesia Jadi Penyumbang Jamaah Umrah Terbesar Ke...
HIMPUHNEWS - Musim Umrah 1448 Hijriah dibuka dengan lonjakan jumlah jamaah dari berbagai negara. Pemerintah Arab Saudi mencatat sebanyak 931.500 jamaah telah memasuki Kerajaan menggunakan visa umrah sejak 15 Dzulhijjah hingga akhir Muharram. Angka tersebut meningkat 22,5 persen dibandingkan periode yang sama pada musim umrah sebelumnya.
Data yang dirilis Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama Pilgrim Experience Program itu menunjukkan tren positif penyelenggaraan umrah sekaligus menjadi salah satu indikator berkembangnya sektor pelayanan ibadah yang didorong melalui implementasi Saudi Vision 2030.
Selain peningkatan jumlah pemegang visa umrah, Arab Saudi juga mencatat lebih dari 1,27 juta jamaah dari luar negeri tiba di negara tersebut sepanjang periode yang sama.
Dalam daftar negara asal jamaah, Pakistan menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar 200.000 jamaah.
Indonesia berada di peringkat kedua dengan sekitar 170.000 jamaah, disusul Irak di posisi ketiga yang mengirimkan sekitar 130.000 jamaah.
Posisi Indonesia sebagai salah satu penyumbang jamaah terbesar menunjukkan tingginya minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah serta memperkuat hubungan keagamaan antara Indonesia dan Arab Saudi.
75 Persen Jamaah Datang Melalui Jalur Udara
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga melaporkan mayoritas jamaah umrah dari luar negeri memasuki Arab Saudi melalui jalur udara.
Sebanyak 75 persen jamaah menggunakan penerbangan internasional, sedangkan 25 persen lainnya masuk melalui jalur darat dan pelabuhan laut.
Dominasi transportasi udara tersebut menunjukkan semakin besarnya peran konektivitas penerbangan internasional dalam mendukung kelancaran perjalanan ibadah umrah.
Digitalisasi Jadi Penopang Lonjakan Jamaah
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menilai peningkatan jumlah jamaah turut didukung penguatan layanan digital dan operasional yang terus dikembangkan.
Berbagai inovasi dilakukan untuk mempermudah proses perjalanan jamaah, mulai dari tahap perencanaan keberangkatan, pengurusan layanan, hingga kepulangan ke negara asal.
Selain meningkatkan efisiensi operasional, pengembangan layanan tersebut juga bertujuan memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman, aman, dan berkualitas bagi jamaah umrah dari berbagai negara.
Upaya tersebut merupakan bagian dari implementasi Saudi Vision 2030 yang menempatkan pelayanan kepada tamu Allah sebagai salah satu prioritas utama pemer
intah Arab Saudi.
Bagikan :