News & Article

...
10 September 2026
Jarang Diketahui, Ini yang Ada di Balik Area Makam...

Masjid Nabawi menjadi salah satu tempat yang paling dirindukan umat Islam ketika berkunjung ke Madinah. Selain menjadi masjid yang dibangun Nabi Muhammad SAW, di kawasan inilah terdapat tempat peristirahatan terakhir Rasulullah SAW.

 

Makam Nabi Muhammad SAW berada di Kamar Suci Nabi atau Sacred Prophetic Chamber, di bagian tenggara Masjid Nabawi. Ruangan tersebut juga menjadi tempat pemakaman dua sahabat terdekat Rasulullah sekaligus khalifah pertama dan kedua, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.

 

Namun, jemaah yang berziarah ke Masjid Nabawi tidak dapat melihat makam Rasulullah SAW secara langsung. Area pemakaman berada di balik sejumlah lapisan pelindung yang telah dibangun dan diperkuat sepanjang sejarah.

 

Di balik kawasan yang sangat dihormati tersebut terdapat sejumlah fakta sejarah menarik. Berikut beberapa di antaranya.

 

1. Nabi Muhammad Dimakamkan di Tempat Beliau Wafat

 

Tempat makam Rasulullah SAW bukan dipilih secara sembarangan.

 

Saat Nabi Muhammad SAW wafat, muncul pembicaraan mengenai lokasi pemakamannya. Ada yang mengusulkan agar beliau dimakamkan di dekat mimbar, sementara yang lain mengusulkan pemakaman di Baqi.

 

Abu Bakar RA kemudian menyampaikan hadis yang pernah didengarnya dari Rasulullah SAW:

 

“Seorang Nabi tidak pernah dimakamkan kecuali di tempat ia wafat.”

 

Artinya, seorang nabi dimakamkan di tempat ia wafat.

 

Nabi Muhammad SAW kemudian dimakamkan di tempat beliau wafat, yakni kamar Aisyah RA.

 

Dalam riwayat Aisyah RA yang dikutip dalam bahan, menjelang wafat Rasulullah SAW mengucapkan:

 

“Ya Allah! (Bersama) Kekasih Yang Mahatinggi.”

 

Rasulullah SAW wafat pada usia 63 tahun setelah mengalami sakit selama sekitar 14 hari.

 

2. Ada Tiga Makam dalam Kamar Suci

 

Rasulullah SAW tidak sendiri di dalam Kamar Suci Nabi.

 

Dua sahabat terdekat beliau, Abu Bakar RA dan Umar bin Khattab RA, juga dimakamkan di tempat tersebut.

 

Abu Bakar RA wafat pada usia 63 tahun dan dimakamkan di dekat Rasulullah SAW sesuai keinginannya.

 

Setelah itu, Umar bin Khattab RA juga dimakamkan di dalam kamar tersebut setelah wafat.

 

Dengan demikian, terdapat tiga makam di dalam kawasan Kamar Suci Nabi:

 

Nabi Muhammad SAW

 

Abu Bakar Ash-Shiddiq RA

 

Umar bin Khattab RA

 

Ketiganya berada di kawasan yang dahulu merupakan bagian dari kediaman Aisyah RA.

 

3. Makam Nabi Tidak Bisa Dilihat Langsung

 

Meski jemaah dapat mendatangi kawasan di sekitar makam untuk menyampaikan salam, lokasi pemakaman Nabi Muhammad SAW tidak dapat dilihat secara langsung.

 

Kamar tempat makam berada telah dilindungi oleh lapisan dinding dan penghalang.

 

Di bagian depan terdapat kisi-kisi atau pagar yang menjadi batas antara jemaah dan kawasan Kamar Suci.

 

Terdapat tiga bukaan berbentuk lingkaran yang menjadi penanda posisi tiga makam. Bukaan paling besar di sisi kiri menghadap ke arah makam Nabi Muhammad SAW, bagian tengah menandai posisi makam Abu Bakar RA, sedangkan sisi kanan menghadap posisi makam Umar RA.

 

Namun, makam ketiganya tidak terlihat melalui bukaan tersebut.

 

Dengan kata lain, apa yang dilihat jemaah dari luar bukanlah makam Nabi Muhammad SAW secara langsung.

 

4. Kamar Suci Dulunya Rumah Aisyah RA

 

Salah satu fakta penting dalam sejarah makam Rasulullah adalah lokasinya yang awalnya merupakan rumah Aisyah RA.

 

Pada masa Nabi Muhammad SAW, para istri Rasulullah tinggal di rumah-rumah sederhana atau hujrah yang berada berdekatan dengan Masjid Nabawi.

 

Ketika Rasulullah SAW sakit menjelang wafat, beliau berada di kediaman Aisyah RA.

 

Karena seorang nabi dimakamkan di tempat wafatnya, kamar tersebut kemudian menjadi lokasi pemakaman Rasulullah.

 

Setelah Abu Bakar dan Umar wafat, keduanya juga dimakamkan di kawasan yang sama.

 

Perkembangan dan perluasan Masjid Nabawi pada masa-masa berikutnya kemudian membuat kawasan bekas rumah tersebut menjadi bagian dari kompleks Masjid Nabawi seperti yang dikenal sekarang.

 

5. Dilindungi Dinding Berlapis Sepanjang Sejarah

 

Perlindungan terhadap makam Nabi Muhammad SAW mengalami perkembangan selama berabad-abad.

 

Bahan menyebut salah satu dinding di sekitar kamar dibangun pada 91 H pada masa Umar bin Abdul Aziz dengan tujuan mencegah orang memasuki area makam.

 

Lapisan perlindungan kembali diperkuat pada periode-periode berikutnya.

 

Pada 1282 M atau 678 H, Al-Zahir Baybars disebut membangun struktur pelindung dengan ketinggian sekitar tiga meter.

 

Setelah kebakaran besar Masjid Nabawi pada 886 H atau 1481 M, Sultan Al-Ashraf Qaitbay kemudian melakukan rekonstruksi dan memperkuat kawasan tersebut menggunakan struktur besi.

 

Pada masa Kesultanan Utsmaniyah, struktur kubah di atas Kamar Suci juga mengalami renovasi.

 

Sultan Mahmud II memerintahkan penggantian kubah setelah ditemukan keretakan pada bagian luarnya. Kubah baru dibangun menggunakan batu bata dan kemudian dicat hijau pada masa Sultan Abdul Mejid.

 

Kubah hijau tersebut kini menjadi salah satu ciri paling mudah dikenali dari kompleks Masjid Nabawi.

 

6. Pernah Selamat dari Kebakaran Besar Masjid Nabawi

 

Masjid Nabawi beberapa kali mengalami peristiwa kebakaran besar dalam sejarah.

 

Salah satunya terjadi pada 645 H. Kebakaran disebut menghancurkan sebagian besar kawasan masjid, tetapi lokasi makam Rasulullah tetap terjaga.

 

Bagian atap di sekitar struktur makam dilaporkan mengalami kerusakan dan kemudian dilakukan upaya pemulihan.

 

Kebakaran besar kembali terjadi pada 886 H setelah petir menyambar salah satu menara Masjid Nabawi pada bulan Ramadan.

 

Api menyebabkan kerusakan pada bangunan masjid dan kemudian mendorong dilakukannya rekonstruksi besar pada masa Sultan Qaitbay.

 

Dalam berbagai pembangunan tersebut, kawasan makam Nabi tetap diperlakukan secara khusus untuk menjaga kesuciannya.

 

Apa Itu Mawajahah?

 

Di sekitar Kamar Suci terdapat kawasan yang dikenal sebagai Mawajahah, yaitu tempat jemaah menghadap ke arah makam Rasulullah SAW untuk menyampaikan salam.

 

Pada bagian tersebut terdapat penanda yang mengarah ke posisi makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar RA, dan Umar RA.

 

Di atas kisi-kisi Mawajahah juga terdapat kutipan Surah Al-Hujurat ayat 3 yang berbicara mengenai adab merendahkan suara di hadapan Rasulullah.

 

 

Meski berada sangat dekat dengan lokasi makam, jemaah tetap tidak dapat melihat tempat pemakaman secara langsung.

 

Read more
...
27 August 2026
Tak Hanya Ibadah, Arab Saudi Dorong Paket Umrah Ga...

Makkah mulai diperkenalkan lebih luas sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan pengalaman ibadah Umrah. Otoritas Arab Saudi mendorong perusahaan Umrah dan agen perjalanan internasional memasukkan destinasi sejarah, budaya, serta berbagai pengalaman di Makkah ke dalam paket perjalanan jemaah.

 

Upaya tersebut dilakukan melalui tur pengenalan Kota Makkah yang digelar Royal Commission for Makkah City and Holy Sites bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah.

 

Tur tersebut diikuti lebih dari 70 entitas yang mewakili lebih dari 3 juta jemaah Umrah selama 1447 Hijriah. Peserta terdiri atas perusahaan Umrah, agen internasional, serta perusahaan perjalanan dan pariwisata.

 

Dilansir Saudi Press Agency (SPA), kegiatan tersebut bertujuan memperluas kehadiran berbagai destinasi dan pengalaman di Makkah dalam program perjalanan Umrah.

 

Para mitra diperkenalkan dengan peluang yang tersedia sehingga mereka dapat mengembangkan program yang lebih beragam. Konsep yang didorong adalah menggabungkan pelaksanaan Umrah dengan kunjungan ke berbagai situs dan daya tarik sejarah serta budaya Makkah.

 

Dengan konsep tersebut, perjalanan jemaah diharapkan menjadi lebih kaya sekaligus menyediakan pilihan program yang dapat disesuaikan dengan minat berbagai segmen jemaah Umrah.

 

Peserta Diperkenalkan 4 Destinasi dan 4 Pengalaman

 

Dalam tur tersebut, peserta mengunjungi empat destinasi dan empat pengalaman. Mereka mendapatkan gambaran langsung mengenai konten serta layanan yang dapat dimasukkan ke dalam program perjalanan Umrah.

 

Peserta juga mengunjungi sejumlah situs dan landmark di Makkah. Dalam kesempatan yang sama, mereka diperkenalkan dengan platform "Discover Makkah".

 

Platform tersebut menyediakan informasi yang dapat membantu pengunjung maupun mitra perjalanan dalam menemukan berbagai destinasi serta merencanakan pengalaman selama berada di Makkah.

 

Perusahaan Mulai Siapkan Produk Baru

 

Program pengenalan tersebut mulai menghasilkan respons dari pelaku industri perjalanan. Sejumlah perusahaan melakukan pembahasan awal mengenai pengembangan produk dan paket baru yang berkaitan dengan pengalaman Umrah.

 

Tak hanya perusahaan lokal, sejumlah perusahaan internasional yang mengikuti kegiatan tersebut juga mengumumkan paket yang menyasar pasar di luar Arab Saudi.

 

Langkah ini menunjukkan upaya memperluas pilihan pengalaman bagi jemaah sekaligus memperkenalkan lebih banyak destinasi Makkah melalui jaringan perusahaan Umrah dan agen

perjalanan internasional.

 

Read more
...
24 August 2026
3 Juta Orang RI Umrah Tiap Tahun, Uang yang Berput...

Sekitar 3 juta masyarakat Indonesia berangkat umrah setiap tahun. Dengan asumsi setiap jemaah mengeluarkan biaya sekitar Rp30 juta, nilai dana yang berputar dari aktivitas perjalanan ibadah tersebut diperkirakan mencapai Rp90 triliun per tahun.

 

Besarnya potensi ekonomi itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

 

"Umrah kita itu per tahun tiga juta (jemaah). Kalau tiga juta kali tiga puluh juta saja, berarti setiap tahun bisa ada sembilan puluh triliun uang umrah, dan ini setiap hari ratusan orang lapor ke kami terkait laporan penipuan jemaah umrah," ujar Wamenhaj.

 

Potensi Ekonomi Umrah Rp90 Triliun

 

Perhitungan tersebut berasal dari jumlah jemaah umrah yang mencapai sekitar 3 juta orang per tahun dikalikan asumsi pengeluaran Rp30 juta untuk setiap jemaah.

 

Dengan nilai tersebut, sektor perjalanan umrah memiliki ekosistem ekonomi yang besar. Aktivitas perjalanan ibadah ini melibatkan berbagai kebutuhan jemaah, seperti tiket penerbangan, akomodasi, konsumsi, transportasi selama berada di Arab Saudi, layanan visa, pembimbing ibadah hingga jasa penyelenggara perjalanan.

 

Namun, besarnya nilai transaksi tersebut juga diikuti dengan risiko terhadap dana yang dikeluarkan masyarakat. Terlebih, jemaah umrah umumnya telah membayar biaya perjalanan sebelum keberangkatan.

 

Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menjadi bagian penting dalam perlindungan jemaah.

 

Dahnil mengatakan laporan terkait penipuan jemaah umrah terus diterima pemerintah. Penanganan terhadap travel bermasalah dilakukan melalui Tim Pengendalian serta Tim Bina Haji dan Umrah.

 

 

 

Read more
...
18 August 2026
Hindari Jam Padat, Ini Waktu yang Disarankan untuk...

jemaah umrah yang ingin menjalankan ibadah dengan pergerakan lebih lancar di Masjidil Haram diimbau memperhatikan waktu kunjungan. Otoritas Umum untuk Perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyebut terdapat periode tertentu ketika kepadatan jemaah lebih rendah sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih nyaman.

 

Dalam panduan kesadaran bagi jemaah, otoritas tersebut mencatat periode dengan kepadatan ringan terjadi pada pukul 22.00 hingga 04.00 serta pukul 09.00 hingga 16.00. Sementara itu, kepadatan sedang berlangsung pada pukul 05.00 hingga 08.00.

 

Adapun periode paling padat terjadi pada pukul 17.00 hingga 21.00. Jemaah pun dianjurkan mempertimbangkan kondisi kepadatan tersebut sebelum menentukan waktu untuk melakukan tawaf dan sa'i.

 

Jemaah Diminta Cek Kepadatan Sebelum Berangkat

 

Melansir laman ajel.sa, Otoritas Haramain mendorong jemaah melakukan perencanaan terlebih dahulu sebelum menuju Masjidil Haram. Pemilihan waktu yang tepat dinilai dapat membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lebih mudah sekaligus memperlancar pergerakan di area tawaf dan sa'i.

 

Informasi mengenai tingkat kepadatan juga disediakan agar jemaah dapat menyesuaikan jadwal kunjungan dengan kondisi di lapangan. Dengan mengetahui periode ramai dan lengang, jemaah dapat memanfaatkan waktu dengan kepadatan lebih rendah.

 

Selain membantu kenyamanan dan keamanan, perencanaan waktu kunjungan juga ditujukan untuk meningkatkan pengalaman jemaah sejak tiba di Masjidil Haram hingga menyelesaikan rangkaian ibadah.

 

Otoritas tersebut juga mengimbau jemaah memantau indikator kepadatan dan memanfaatkan layanan digital yang tersedia untuk mengetahui kondisi area tawaf dan sa'i.

 

Ada Layanan Digital Pantau Kondisi Tawaf dan Sa'i

 

Salah satu layanan yang disediakan melalui situs resmi otoritas memungkinkan jemaah memeriksa tingkat kepadatan di area tawaf dan sa'i.

 

Informasi tersebut mencakup kondisi di halaman utama Masjidil Haram beserta berbagai lantainya, serta sejumlah tingkat area sa'i. Dengan layanan ini, jemaah dapat melihat kondisi kepadatan sebelum maupun ketika hendak berkunjung ke Masjidil Haram.

 

Layanan digital tersebut melengkapi berbagai solusi yang disediakan untuk membantu jemaah. Salah satunya aplikasi Nusuk, yang dapat digunakan untuk membantu merencanakan dan mengelola perjalanan umrah.

 

Berbagai layanan informasi dan panduan digital juga disediakan untuk mendukung jemaah selama berada di Tanah Suci.

 

Atur Waktu untuk Kurangi Kepadatan

 

Menurut otoritas, peningkatan kesadaran mengenai pola kepadatan jemaah bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan individu. Informasi tersebut juga membantu mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas dan ruang di dalam Masjidil Haram.

 

Dengan memilih waktu kunjungan secara lebih terencana, pergerakan jemaah dapat tersebar sepanjang hari. Kondisi ini turut mendukung upaya pengaturan dan operasional pelayanan bagi para pengunjung.

 

Pemanfaatan periode dengan kepadatan lebih rendah diharapkan membuat jemaah dapat menjalankan ibadah dalam suasana yang lebih aman dan tenang.

 

 

Read more
...
07 August 2026
Catatkan Rekor! Saudi Terima 19,5 Juta Jemaah Haji...

Arab Saudi mencatat tonggak penting dalam penyelenggaraan layanan haji dan umrah sepanjang 2025. Sebanyak lebih dari 19,5 juta jemaah haji dan umrah dari luar negeri datang ke Kerajaan, di tengah peningkatan kualitas layanan yang berhasil mendorong tingkat kepuasan jemaah melampaui target Saudi Vision 2030.

 

Capaian tersebut terungkap dalam Laporan Tahunan 2025 Pilgrim Experience Program (PEP) bertajuk Honor and Impact. Program yang menjadi salah satu pilar implementasi Saudi Vision 2030 itu memaparkan berbagai hasil pengembangan layanan bagi jemaah haji, umrah, dan pengunjung sejak tahap perencanaan perjalanan hingga kembali ke negara asal.

 

Sepanjang 2025, Pilgrim Experience Program melaksanakan 87 inisiatif bersama lebih dari 60 instansi pelaksana, dengan tingkat realisasi mencapai 100 persen.

 

Menurut laporan tersebut, keberhasilan itu menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada para tamu Allah sekaligus mendukung target Saudi Vision 2030.

 

Jemaah Umrah Naik 114 Persen Dibanding 2022

 

Laporan tersebut mencatat lebih dari 19,5 juta jemaah dari luar negeri datang ke Arab Saudi pada 2025, terdiri atas sekitar 18,03 juta jemaah umrah dan 1,5 juta jemaah haji. Jumlah jemaah umrah meningkat 114 persen dibandingkan 2022.

 

Peningkatan tersebut dinilai mencerminkan kesiapan ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah serta efektivitas layanan yang terus dikembangkan pemerintah Arab Saudi.

 

Kepuasan Jemaah Terus Meningkat

 

Meski jumlah jemaah terus bertambah, tingkat kepuasan terhadap layanan tetap berada pada level tinggi.

 

Laporan Pilgrim Experience Program mencatat tingkat kepuasan jemaah haji mencapai 91 persen, sedangkan kepuasan jemaah umrah mencapai 94 persen. Kedua indikator tersebut melampaui target yang ditetapkan dalam Saudi Vision 2030.

 

Sementara itu, Al-Rawdah Al-Sharifah di Masjid Nabawi menerima lebih dari 16 juta pengunjung sepanjang 2025.

 

Tingkat kepuasan pengunjung Al-Rawdah juga meningkat menjadi 88 persen, dibandingkan 57 persen pada 2022.

 

87 Destinasi Sejarah Islam Tarik 55 Juta Kunjungan

 

Sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman religius dan budaya jemaah, jumlah situs bersejarah serta destinasi edukasi yang telah dikembangkan di Makkah dan Madinah meningkat menjadi 87 lokasi.

 

Destinasi tersebut mencatat lebih dari 55 juta kunjungan sepanjang 2025 dan disebut memperkuat pengalaman spiritual sekaligus pemahaman jemaah terhadap warisan sejarah Islam.

 

Di sisi lain, laporan juga mencatat keterlibatan 184.569 relawan yang membantu melayani jemaah dan pengunjung selama 2025. Angka tersebut mencerminkan semakin berkembangnya budaya kerelawanan di Arab Saudi dalam mendukung pelayanan haji dan umrah.

 

Indonesia Masuk Tiga Besar Penerima Visa Umrah

 

Dalam bidang layanan digital, Arab Saudi menerbitkan sekitar 15,03 juta visa, meliputi visa umrah, kunjungan, dan kategori lainnya.

 

Sebanyak 83 persen dari total visa tersebut merupakan visa umrah.

 

Pakistan, Indonesia, dan Mesir menjadi tiga negara dengan jumlah penerima visa umrah terbanyak sepanjang 2025.

 

Laporan tersebut menyebut capaian tersebut menunjukkan semakin terintegrasinya berbagai upaya untuk mempermudah perjalanan jemaah dan meningkatkan pengalaman mereka selama berada di Arab Saudi.

 

Selain itu, Arab Saudi juga mencatat prestasi di tingkat internasional. Makkah menempati peringkat kelima duniasebagai kota dengan jumlah pengunjung internasional terbanyak, sedangkan Madinah berada di peringkat ketujuh dunia dalam Tourism Performance Index.

Laporan Pilgrim Experience Program menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan target Saudi Vision 2030 sekaligus memperkuat peran Arab Saudi dalam melayani Dua Masjid Suci beserta jutaan jemaah yang datang dari berbagai negara.

Sumber :

 

Read more
...
06 August 2026
Tak Ingin Setengah Hati Layani Tamu Allah, Saudi M...

Pemerintah Arab Saudi mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan musim umrah dengan memperkuat koordinasi lintas instansi dan memastikan seluruh layanan siap beroperasi sejak awal musim. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan bagi jutaan jemaah yang akan beribadah, khususnya di Kota Madinah sebagai salah satu tujuan utama umat Islam dari berbagai negara.

 

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat Komite Tetap Haji dan Umrah Wilayah Madinah yang dipimpin Gubernur Madinah sekaligus Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah Wilayah Madinah, Pangeran Salman bin Sultan.

 

Gubernur Madinah: Melayani Jemaah adalah Amanah

 

Dalam rapat tersebut, Pangeran Salman menegaskan bahwa pelayanan kepada para tamu Allah merupakan tanggung jawab besar yang mendapat perhatian penuh dari pemerintah Arab Saudi. Karena itu, seluruh instansi diminta memperkuat sinergi agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan optimal sejak awal musim umrah.

 

"Pelayanan kepada para jemaah merupakan kehormatan dan tanggung jawab yang mendapat dukungan penuh dari kepemimpinan Arab Saudi," tegasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga sebagai fondasi utama dalam memastikan seluruh aspek pelayanan dapat berjalan secara efektif.

 

Bahas Visa Umrah hingga Kesiapan Operasional

 

Rapat tersebut dihadiri Wakil Gubernur Madinah Pangeran Saud bin Nahar, Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, serta perwakilan berbagai kementerian dan instansi pemerintah.

 

Dalam kesempatan itu, Kementerian Haji dan Umrah memaparkan sejumlah indikator penyelenggaraan musim umrah, mulai dari statistik penerbitan visa umrah, jumlah kedatangan jemaah, hingga berbagai program strategis yang telah disiapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

 

Berbagai instansi juga menyampaikan laporan mengenai kesiapan operasional di sektor masing-masing guna memastikan seluruh layanan dapat berjalan lancar sejak dimulainya musim umrah.

 

Infrastruktur dan Kebersihan Kota Jadi Prioritas

 

Pemerintah Kota Madinah turut melaporkan berbagai langkah yang telah disiapkan untuk menyambut kedatangan jemaah umrah.

 

Persiapan tersebut meliputi program kebersihan dan sanitasi kota, pengawasan aktivitas perdagangan, hingga kesiapan infrastruktur seperti jalan, terowongan, dan jembatan yang menjadi jalur mobilitas jemaah selama berada di Madinah.

 

Upaya tersebut ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung kekhusyukan ibadah para tamu Allah.

 

Selain mengevaluasi kesiapan pelayanan, Komite Tetap Haji dan Umrah Wilayah Madinah juga membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan penyelenggaraan musim umrah.

 

Dari pembahasan tersebut, komite menghasilkan sejumlah rekomendasi yang ditujukan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus menjaga standar pelayanan bagi para jemaah umrah dan peziarah Masjid Nabawi.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Arab Saudi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah umrah melalui perencanaan yang lebih matang, koordinasi yang lebih kuat, serta kesiapan operasional yang berorientasi pada ken

yamanan dan keselamatan jemaah.

Sumber :

 

Read more
...
05 August 2026
Tak Hanya Saat Haji, Jabal Rahmah Kini Jadi Magnet...

Arab Saudi terus memperkuat pengembangan destinasi di kawasan Masyair Suci agar tetap hidup dan nyaman dikunjungi sepanjang tahun, tidak hanya saat musim haji. Salah satu buktinya terlihat dari tingginya minat jemaah dan pengunjung terhadap Jabal Rahmah di Arafah serta Kidana Trail yang dalam satu bulan terakhir berhasil menarik lebih dari 1,1 juta pengunjung.

 

Berdasarkan data Kidana Development Company yang dikutip dari Saudi Press Agency, periode 25 Juni hingga 25 Juli 2026 mencatat sebanyak 1.105.020 orang mengunjungi Jabal Rahmah atau Gunung Arafah. Sementara itu, 10.294 pengunjung menikmati fasilitas di Kidana Trail, jalur pejalan kaki modern yang dikembangkan untuk memberikan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman di kawasan Masyair.

 

Jejak Sejarah di Jabal Rahmah

 

Bagi jutaan umat Islam, Jabal Rahmah bukan sekadar sebuah bukit di Padang Arafah. Lokasi ini memiliki nilai spiritual yang sangat kuat dan menjadi salah satu tujuan utama ziarah bagi jemaah umrah maupun haji ketika berada di sekitar Makkah.

 

Jabal Rahmah dikenal sebagai salah satu ikon Arafah. Saat musim haji, kawasan ini berada di dalam wilayah tempat pelaksanaan wukuf, yang merupakan rukun utama ibadah haji. Di luar musim haji, lokasi tersebut menjadi salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi jemaah umrah untuk mengenal lebih dekat sejarah Islam dan melihat secara langsung kawasan Arafah.

 

Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan bahwa minat terhadap wisata religi berbasis sejarah Islam terus meningkat. Karena itu, pengelolaan kawasan tidak lagi hanya berfokus pada musim haji, tetapi juga diarahkan agar tetap nyaman dikunjungi sepanjang tahun.

 

Kidana Trail, Menikmati Arafah dengan Lebih Nyaman

Selain Jabal Rahmah, Kidana Development Company juga mengembangkan Kidana Trail, jalur pejalan kaki yang dirancang untuk memudahkan mobilitas sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung di kawasan Masyair.

Jalur ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari lintasan pejalan kaki yang tertata, area duduk beratap, kipas pendingin (cooling fans), hingga fasilitas sanitasi. Kehadiran fasilitas tersebut membuat aktivitas berjalan kaki di kawasan Arafah menjadi lebih nyaman, terutama pada cuaca panas.

Dalam periode yang sama, Kidana Trail dikunjungi 10.294 orang.Pengembangan Kawasan Masyair Sepanjang Tahun

 

Kidana Development Company menyatakan pengembangan kawasan suci dilakukan secara berkelanjutan melalui penyediaan layanan yang terintegrasi bagi jemaah dan pengunjung.

 

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengaktifkan destinasi-destinasi di kawasan Masyair sepanjang tahun, sehingga pengalaman berkunjung tidak hanya berlangsung saat puncak musim haji, tetapi juga ketika jemaah umrah datang dalam berbagai musim.

 

Melalui peningkatan infrastruktur dan fasilitas pendukung, kawasan seperti Jabal Rahmah kini semakin mudah diakses dan memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi para peziarah yang ingin mengenang sejarah sekaligus memperdalam makna spiritual perjalanan mereka.

 

Bagi banyak jemaah Indonesia, kunjungan ke Jabal Rahmah hampir selalu menjadi bagian dari rangkaian city tour selama berada di Makkah. Selain menikmati panorama Padang Arafah, mereka juga dapat melihat secara langsung salah satu lokasi paling bersejarah dalam perjalanan ibadah haji yang setiap tahun menjadi tempat berkumpulnya jutaan umat Islam

 dari berbagai penjuru dunia.

 

Read more
...
04 August 2026
Liburan Musim Panas di Madinah, Tak Cuma Masjid Na...

Bagi jutaan umat Islam, Madinah selalu menjadi kota yang menghadirkan ketenangan batin. Namun, kota suci ini kini menawarkan pengalaman yang lebih kaya. Di balik kemegahan Masjid Nabawi, Madinah berkembang menjadi destinasi wisata religi yang memadukan ibadah, sejarah, budaya, hingga pengalaman rekreasi yang ramah bagi keluarga.

 

Memasuki musim liburan musim panas, Madinah kembali menyambut kedatangan para peziarah dan wisatawan dengan beragam destinasi yang menggabungkan nilai spiritual, edukasi, dan eksplorasi warisan Islam. Berbagai ruang publik, kawasan budaya, hingga pasar tradisional menghadirkan pengalaman yang membuat kunjungan ke kota Nabi tidak sekadar menjadi perjalanan ibadah, tetapi juga perjalanan mengenal peradaban Islam.

 

Masjid Nabawi, Jantung Kehidupan Kota Madinah

 

Masjid Nabawi tetap menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus ikon utama Kota Madinah. Di sekeliling masjid, berbagai fasilitas pendukung telah berkembang untuk memberikan kemudahan bagi jutaan pengunjung, mulai dari hotel, pusat perbelanjaan, area kuliner, hingga berbagai layanan penunjang lainnya.

 

Tak jauh dari kawasan masjid, pengunjung juga dapat mengunjungi Exhibition of the Architecture of the Prophet's Mosque, yang menyajikan perjalanan sejarah pembangunan Masjid Nabawi beserta perkembangan arsitekturnya dari masa ke masa.

 

Sementara itu, Exhibition of the Prophet's Biography and Islamic Civilization menghadirkan kisah perjalanan hidup Rasulullah SAW dan perkembangan peradaban Islam melalui penyajian modern yang interaktif dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

 

 

Menyusuri Jejak Rasulullah di Masjid Quba

 

Perjalanan di Madinah terasa belum lengkap tanpa mengunjungi Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah ke Madinah.

 

Kini, Masjid Quba terhubung dengan kawasan Masjid Nabawi melalui Quba Avenue, jalur pedestrian yang memadukan nuansa sejarah dengan wajah kota modern. Sepanjang kawasan ini, pengunjung dapat menikmati deretan toko, restoran, kafe, hingga pasar yang menawarkan beragam produk lokal dan cendera mata khas Madinah.

 

Suasana pejalan kaki yang nyaman menjadikan kawasan ini sebagai salah satu lokasi favorit untuk menikmati sore hingga malam hari setelah menunaikan ibadah.

 

Musim Kurma, Pasar Tradisional, hingga Wisata Agro

 

Selama musim panas, Madinah juga menghadirkan berbagai agenda musiman yang memperkaya pengalaman wisatawan.

 

Salah satunya adalah Madinah Dates Season, ajang yang memperkenalkan beragam varietas kurma beserta produk turunannya. Pengunjung dapat mengenal lebih dekat karakteristik berbagai jenis kurma yang menjadi salah satu komoditas unggulan Madinah sekaligus mencicipi aneka olahan khas daerah tersebut.

 

Selain itu, pasar musiman, pertunjukan budaya, destinasi hiburan, hingga kawasan agrowisata turut menjadi pilihan aktivitas bagi keluarga maupun jemaah yang ingin menikmati sisi lain Kota Madinah.

 

Kota Nabi yang Terus Berbenah

 

Pengembangan ruang publik terus dilakukan oleh Madinah Region Development Authority sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman para pengunjung.

 

Berbagai alun-alun, plaza, ruang terbuka, serta jalur budaya terus dikembangkan untuk memperkuat identitas Madinah sebagai kota dengan warisan religius dan sejarah yang mendunia.

 

Melalui penataan kawasan yang semakin modern namun tetap mempertahankan karakter sejarahnya, Madinah kini menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi para peziarah. Kota ini tidak hanya menjadi tujuan ibadah, tetapi juga ruang untuk belajar, mengenal sejarah Islam, menikmati budaya lokal, serta merasakan keramahan salah satu kota palin

g bersejarah dalam peradaban Islam.

 

Read more