...
...
Pilih kategori sesuka Anda
Umroh Kapanpun dan Berapapun Jumlahnya
...
Umrah Plus Turkiye
14 October 2026
corporate_fare Concorde Dar Al Khai... - Medina
corporate_fare Sofwah Tower 3 - Mecca
travel Saudia Airlines
Mulai dari

Rp 51,200,000 / Orang

...
Jannah 09 September
09 September 2026
corporate_fare Jawharat Al Rasheed - Medina
corporate_fare Snood Ajyad, Millenn... - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 33,100,000 / Orang

...
Jannah 03 Oktober
03 October 2026
corporate_fare Jawharat Al Rasheed - Medina
corporate_fare Snood Ajyad, Millenn... - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 29,900,000 / Orang

...
Salam 03 Oktober
03 October 2026
corporate_fare Concorde Dar Al Khai... - Medina
corporate_fare Sofwah Tower 3 - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 37,500,000 / Orang

...
Jannah 07 November
07 November 2026
corporate_fare Jawharat Al Rasheed - Medina
corporate_fare Snood Ajyad, Millenn... - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 29,900,000 / Orang

...
Salam 07 November
07 November 2026
corporate_fare Concorde Dar Al Khai... - Medina
corporate_fare Sofwah Tower 3 - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 37,500,000 / Orang

...
Jannah 19 Desember
19 December 2026
corporate_fare Jawharat Al Rasheed - Medina
corporate_fare Snood Ajyad, Millenn... - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 32,700,000 / Orang

...
Salam 19 Desember
19 December 2026
corporate_fare Concorde Dar Al Khai... - Medina
corporate_fare Sofwah Tower 3 - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 39,300,000 / Orang

...
Jannah 2 Januari
02 January 2027
corporate_fare Jawharat Al Rasheed - Medina
corporate_fare Snood Ajyad, Millenn... - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 32,700,000 / Orang

...
Salam 2 Januari
02 January 2027
corporate_fare Concorde Dar Al Khai... - Medina
corporate_fare Sofwah Tower 3 - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 39,500,000 / Orang

...
Jannah 1448 Okt
03 October 2026
corporate_fare Mirage Salam - Medina
corporate_fare Millenium Al Naseem - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 26,300,000 / Orang

...
Jannah 1448 Sept
09 September 2026
corporate_fare Mirage Salam - Medina
corporate_fare Millenium Al Naseem - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 26,300,000 / Orang

...
Jannah 1448 Jan
02 January 2027
corporate_fare Mirage Salam - Medina
corporate_fare Millenium Al Naseem - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 33,800,000 / Orang

...
Jannah 1448 Nov
07 November 2026
corporate_fare Mirage Salam - Medina
corporate_fare Millenium Al Naseem - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 30,200,000 / Orang

...
Jannah 1448 Des
19 December 2026
corporate_fare Mirage Salam - Medina
corporate_fare Millenium Al Naseem - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 33,800,000 / Orang

...
Jannah 19 Agustus
19 August 2026
corporate_fare Jawharat Al Rasheed - Medina
corporate_fare Snood Ajyad, Millenn... - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 32,400,000 / Orang

...
Salam 09 September
09 September 2026
corporate_fare Concorde Dar Al Khai... - Medina
corporate_fare Sofwah Tower 3 - Mecca
travel Qatar Airways
Mulai dari

Rp 37,500,000 / Orang

Testimonials
...
...
Terima kasih karena sudah memberikan pengalaman ibadah umroh terbaik kepada orang tua kami.

Aini
...
...
Atas nama keluarga dan rombongan, terima kasih dari kami semua kepada: - Pak ustad Syaff yg telah m...

Wini Purwanti
...
...
smoga stlah ini in sha allah semakin banyak yg memakai travel nozoly karna pasilitas dan pelanyanan ...

SRI INTAN
...
...
Alhamdullilah rabbil alamin Hatur nuhun Pushaka n teman2 yg baik yg selalu cepat membantu Hanya...

Setiadi
News & Article
...
07 August 2026
Catatkan Rekor! Saudi Terima 19,5 Juta Jemaah Haji...

Arab Saudi mencatat tonggak penting dalam penyelenggaraan layanan haji dan umrah sepanjang 2025. Sebanyak lebih dari 19,5 juta jemaah haji dan umrah dari luar negeri datang ke Kerajaan, di tengah peningkatan kualitas layanan yang berhasil mendorong tingkat kepuasan jemaah melampaui target Saudi Vision 2030.

 

Capaian tersebut terungkap dalam Laporan Tahunan 2025 Pilgrim Experience Program (PEP) bertajuk Honor and Impact. Program yang menjadi salah satu pilar implementasi Saudi Vision 2030 itu memaparkan berbagai hasil pengembangan layanan bagi jemaah haji, umrah, dan pengunjung sejak tahap perencanaan perjalanan hingga kembali ke negara asal.

 

Sepanjang 2025, Pilgrim Experience Program melaksanakan 87 inisiatif bersama lebih dari 60 instansi pelaksana, dengan tingkat realisasi mencapai 100 persen.

 

Menurut laporan tersebut, keberhasilan itu menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada para tamu Allah sekaligus mendukung target Saudi Vision 2030.

 

Jemaah Umrah Naik 114 Persen Dibanding 2022

 

Laporan tersebut mencatat lebih dari 19,5 juta jemaah dari luar negeri datang ke Arab Saudi pada 2025, terdiri atas sekitar 18,03 juta jemaah umrah dan 1,5 juta jemaah haji. Jumlah jemaah umrah meningkat 114 persen dibandingkan 2022.

 

Peningkatan tersebut dinilai mencerminkan kesiapan ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah serta efektivitas layanan yang terus dikembangkan pemerintah Arab Saudi.

 

Kepuasan Jemaah Terus Meningkat

 

Meski jumlah jemaah terus bertambah, tingkat kepuasan terhadap layanan tetap berada pada level tinggi.

 

Laporan Pilgrim Experience Program mencatat tingkat kepuasan jemaah haji mencapai 91 persen, sedangkan kepuasan jemaah umrah mencapai 94 persen. Kedua indikator tersebut melampaui target yang ditetapkan dalam Saudi Vision 2030.

 

Sementara itu, Al-Rawdah Al-Sharifah di Masjid Nabawi menerima lebih dari 16 juta pengunjung sepanjang 2025.

 

Tingkat kepuasan pengunjung Al-Rawdah juga meningkat menjadi 88 persen, dibandingkan 57 persen pada 2022.

 

87 Destinasi Sejarah Islam Tarik 55 Juta Kunjungan

 

Sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman religius dan budaya jemaah, jumlah situs bersejarah serta destinasi edukasi yang telah dikembangkan di Makkah dan Madinah meningkat menjadi 87 lokasi.

 

Destinasi tersebut mencatat lebih dari 55 juta kunjungan sepanjang 2025 dan disebut memperkuat pengalaman spiritual sekaligus pemahaman jemaah terhadap warisan sejarah Islam.

 

Di sisi lain, laporan juga mencatat keterlibatan 184.569 relawan yang membantu melayani jemaah dan pengunjung selama 2025. Angka tersebut mencerminkan semakin berkembangnya budaya kerelawanan di Arab Saudi dalam mendukung pelayanan haji dan umrah.

 

Indonesia Masuk Tiga Besar Penerima Visa Umrah

 

Dalam bidang layanan digital, Arab Saudi menerbitkan sekitar 15,03 juta visa, meliputi visa umrah, kunjungan, dan kategori lainnya.

 

Sebanyak 83 persen dari total visa tersebut merupakan visa umrah.

 

Pakistan, Indonesia, dan Mesir menjadi tiga negara dengan jumlah penerima visa umrah terbanyak sepanjang 2025.

 

Laporan tersebut menyebut capaian tersebut menunjukkan semakin terintegrasinya berbagai upaya untuk mempermudah perjalanan jemaah dan meningkatkan pengalaman mereka selama berada di Arab Saudi.

 

Selain itu, Arab Saudi juga mencatat prestasi di tingkat internasional. Makkah menempati peringkat kelima duniasebagai kota dengan jumlah pengunjung internasional terbanyak, sedangkan Madinah berada di peringkat ketujuh dunia dalam Tourism Performance Index.

Laporan Pilgrim Experience Program menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan target Saudi Vision 2030 sekaligus memperkuat peran Arab Saudi dalam melayani Dua Masjid Suci beserta jutaan jemaah yang datang dari berbagai negara.

Sumber :

 

Read more
...
06 August 2026
Tak Ingin Setengah Hati Layani Tamu Allah, Saudi M...

Pemerintah Arab Saudi mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan musim umrah dengan memperkuat koordinasi lintas instansi dan memastikan seluruh layanan siap beroperasi sejak awal musim. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan bagi jutaan jemaah yang akan beribadah, khususnya di Kota Madinah sebagai salah satu tujuan utama umat Islam dari berbagai negara.

 

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat Komite Tetap Haji dan Umrah Wilayah Madinah yang dipimpin Gubernur Madinah sekaligus Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah Wilayah Madinah, Pangeran Salman bin Sultan.

 

Gubernur Madinah: Melayani Jemaah adalah Amanah

 

Dalam rapat tersebut, Pangeran Salman menegaskan bahwa pelayanan kepada para tamu Allah merupakan tanggung jawab besar yang mendapat perhatian penuh dari pemerintah Arab Saudi. Karena itu, seluruh instansi diminta memperkuat sinergi agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan optimal sejak awal musim umrah.

 

"Pelayanan kepada para jemaah merupakan kehormatan dan tanggung jawab yang mendapat dukungan penuh dari kepemimpinan Arab Saudi," tegasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga sebagai fondasi utama dalam memastikan seluruh aspek pelayanan dapat berjalan secara efektif.

 

Bahas Visa Umrah hingga Kesiapan Operasional

 

Rapat tersebut dihadiri Wakil Gubernur Madinah Pangeran Saud bin Nahar, Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, serta perwakilan berbagai kementerian dan instansi pemerintah.

 

Dalam kesempatan itu, Kementerian Haji dan Umrah memaparkan sejumlah indikator penyelenggaraan musim umrah, mulai dari statistik penerbitan visa umrah, jumlah kedatangan jemaah, hingga berbagai program strategis yang telah disiapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

 

Berbagai instansi juga menyampaikan laporan mengenai kesiapan operasional di sektor masing-masing guna memastikan seluruh layanan dapat berjalan lancar sejak dimulainya musim umrah.

 

Infrastruktur dan Kebersihan Kota Jadi Prioritas

 

Pemerintah Kota Madinah turut melaporkan berbagai langkah yang telah disiapkan untuk menyambut kedatangan jemaah umrah.

 

Persiapan tersebut meliputi program kebersihan dan sanitasi kota, pengawasan aktivitas perdagangan, hingga kesiapan infrastruktur seperti jalan, terowongan, dan jembatan yang menjadi jalur mobilitas jemaah selama berada di Madinah.

 

Upaya tersebut ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung kekhusyukan ibadah para tamu Allah.

 

Selain mengevaluasi kesiapan pelayanan, Komite Tetap Haji dan Umrah Wilayah Madinah juga membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan penyelenggaraan musim umrah.

 

Dari pembahasan tersebut, komite menghasilkan sejumlah rekomendasi yang ditujukan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus menjaga standar pelayanan bagi para jemaah umrah dan peziarah Masjid Nabawi.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Arab Saudi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah umrah melalui perencanaan yang lebih matang, koordinasi yang lebih kuat, serta kesiapan operasional yang berorientasi pada ken

yamanan dan keselamatan jemaah.

Sumber :

 

Read more
...
05 August 2026
Tak Hanya Saat Haji, Jabal Rahmah Kini Jadi Magnet...

Arab Saudi terus memperkuat pengembangan destinasi di kawasan Masyair Suci agar tetap hidup dan nyaman dikunjungi sepanjang tahun, tidak hanya saat musim haji. Salah satu buktinya terlihat dari tingginya minat jemaah dan pengunjung terhadap Jabal Rahmah di Arafah serta Kidana Trail yang dalam satu bulan terakhir berhasil menarik lebih dari 1,1 juta pengunjung.

 

Berdasarkan data Kidana Development Company yang dikutip dari Saudi Press Agency, periode 25 Juni hingga 25 Juli 2026 mencatat sebanyak 1.105.020 orang mengunjungi Jabal Rahmah atau Gunung Arafah. Sementara itu, 10.294 pengunjung menikmati fasilitas di Kidana Trail, jalur pejalan kaki modern yang dikembangkan untuk memberikan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman di kawasan Masyair.

 

Jejak Sejarah di Jabal Rahmah

 

Bagi jutaan umat Islam, Jabal Rahmah bukan sekadar sebuah bukit di Padang Arafah. Lokasi ini memiliki nilai spiritual yang sangat kuat dan menjadi salah satu tujuan utama ziarah bagi jemaah umrah maupun haji ketika berada di sekitar Makkah.

 

Jabal Rahmah dikenal sebagai salah satu ikon Arafah. Saat musim haji, kawasan ini berada di dalam wilayah tempat pelaksanaan wukuf, yang merupakan rukun utama ibadah haji. Di luar musim haji, lokasi tersebut menjadi salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi jemaah umrah untuk mengenal lebih dekat sejarah Islam dan melihat secara langsung kawasan Arafah.

 

Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan bahwa minat terhadap wisata religi berbasis sejarah Islam terus meningkat. Karena itu, pengelolaan kawasan tidak lagi hanya berfokus pada musim haji, tetapi juga diarahkan agar tetap nyaman dikunjungi sepanjang tahun.

 

Kidana Trail, Menikmati Arafah dengan Lebih Nyaman

Selain Jabal Rahmah, Kidana Development Company juga mengembangkan Kidana Trail, jalur pejalan kaki yang dirancang untuk memudahkan mobilitas sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung di kawasan Masyair.

Jalur ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari lintasan pejalan kaki yang tertata, area duduk beratap, kipas pendingin (cooling fans), hingga fasilitas sanitasi. Kehadiran fasilitas tersebut membuat aktivitas berjalan kaki di kawasan Arafah menjadi lebih nyaman, terutama pada cuaca panas.

Dalam periode yang sama, Kidana Trail dikunjungi 10.294 orang.Pengembangan Kawasan Masyair Sepanjang Tahun

 

Kidana Development Company menyatakan pengembangan kawasan suci dilakukan secara berkelanjutan melalui penyediaan layanan yang terintegrasi bagi jemaah dan pengunjung.

 

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengaktifkan destinasi-destinasi di kawasan Masyair sepanjang tahun, sehingga pengalaman berkunjung tidak hanya berlangsung saat puncak musim haji, tetapi juga ketika jemaah umrah datang dalam berbagai musim.

 

Melalui peningkatan infrastruktur dan fasilitas pendukung, kawasan seperti Jabal Rahmah kini semakin mudah diakses dan memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi para peziarah yang ingin mengenang sejarah sekaligus memperdalam makna spiritual perjalanan mereka.

 

Bagi banyak jemaah Indonesia, kunjungan ke Jabal Rahmah hampir selalu menjadi bagian dari rangkaian city tour selama berada di Makkah. Selain menikmati panorama Padang Arafah, mereka juga dapat melihat secara langsung salah satu lokasi paling bersejarah dalam perjalanan ibadah haji yang setiap tahun menjadi tempat berkumpulnya jutaan umat Islam

 dari berbagai penjuru dunia.

 

Read more
...
04 August 2026
Liburan Musim Panas di Madinah, Tak Cuma Masjid Na...

Bagi jutaan umat Islam, Madinah selalu menjadi kota yang menghadirkan ketenangan batin. Namun, kota suci ini kini menawarkan pengalaman yang lebih kaya. Di balik kemegahan Masjid Nabawi, Madinah berkembang menjadi destinasi wisata religi yang memadukan ibadah, sejarah, budaya, hingga pengalaman rekreasi yang ramah bagi keluarga.

 

Memasuki musim liburan musim panas, Madinah kembali menyambut kedatangan para peziarah dan wisatawan dengan beragam destinasi yang menggabungkan nilai spiritual, edukasi, dan eksplorasi warisan Islam. Berbagai ruang publik, kawasan budaya, hingga pasar tradisional menghadirkan pengalaman yang membuat kunjungan ke kota Nabi tidak sekadar menjadi perjalanan ibadah, tetapi juga perjalanan mengenal peradaban Islam.

 

Masjid Nabawi, Jantung Kehidupan Kota Madinah

 

Masjid Nabawi tetap menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus ikon utama Kota Madinah. Di sekeliling masjid, berbagai fasilitas pendukung telah berkembang untuk memberikan kemudahan bagi jutaan pengunjung, mulai dari hotel, pusat perbelanjaan, area kuliner, hingga berbagai layanan penunjang lainnya.

 

Tak jauh dari kawasan masjid, pengunjung juga dapat mengunjungi Exhibition of the Architecture of the Prophet's Mosque, yang menyajikan perjalanan sejarah pembangunan Masjid Nabawi beserta perkembangan arsitekturnya dari masa ke masa.

 

Sementara itu, Exhibition of the Prophet's Biography and Islamic Civilization menghadirkan kisah perjalanan hidup Rasulullah SAW dan perkembangan peradaban Islam melalui penyajian modern yang interaktif dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

 

 

Menyusuri Jejak Rasulullah di Masjid Quba

 

Perjalanan di Madinah terasa belum lengkap tanpa mengunjungi Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah ke Madinah.

 

Kini, Masjid Quba terhubung dengan kawasan Masjid Nabawi melalui Quba Avenue, jalur pedestrian yang memadukan nuansa sejarah dengan wajah kota modern. Sepanjang kawasan ini, pengunjung dapat menikmati deretan toko, restoran, kafe, hingga pasar yang menawarkan beragam produk lokal dan cendera mata khas Madinah.

 

Suasana pejalan kaki yang nyaman menjadikan kawasan ini sebagai salah satu lokasi favorit untuk menikmati sore hingga malam hari setelah menunaikan ibadah.

 

Musim Kurma, Pasar Tradisional, hingga Wisata Agro

 

Selama musim panas, Madinah juga menghadirkan berbagai agenda musiman yang memperkaya pengalaman wisatawan.

 

Salah satunya adalah Madinah Dates Season, ajang yang memperkenalkan beragam varietas kurma beserta produk turunannya. Pengunjung dapat mengenal lebih dekat karakteristik berbagai jenis kurma yang menjadi salah satu komoditas unggulan Madinah sekaligus mencicipi aneka olahan khas daerah tersebut.

 

Selain itu, pasar musiman, pertunjukan budaya, destinasi hiburan, hingga kawasan agrowisata turut menjadi pilihan aktivitas bagi keluarga maupun jemaah yang ingin menikmati sisi lain Kota Madinah.

 

Kota Nabi yang Terus Berbenah

 

Pengembangan ruang publik terus dilakukan oleh Madinah Region Development Authority sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman para pengunjung.

 

Berbagai alun-alun, plaza, ruang terbuka, serta jalur budaya terus dikembangkan untuk memperkuat identitas Madinah sebagai kota dengan warisan religius dan sejarah yang mendunia.

 

Melalui penataan kawasan yang semakin modern namun tetap mempertahankan karakter sejarahnya, Madinah kini menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi para peziarah. Kota ini tidak hanya menjadi tujuan ibadah, tetapi juga ruang untuk belajar, mengenal sejarah Islam, menikmati budaya lokal, serta merasakan keramahan salah satu kota palin

g bersejarah dalam peradaban Islam.

 

Read more
...
03 August 2026
Makkah Gunakan Teknologi AI dan Data Geospasial un...

Pengelolaan layanan haji dan umrah di Kota Makkah kini semakin mengandalkan teknologi berbasis data geospasial dan business intelligence. Langkah ini dilakukan untuk memantau pergerakan jemaah, memperbarui informasi lokasi secara real-time, serta mendukung pengambilan keputusan operasional selama musim haji dan umrah.

 

Pemanfaatan teknologi tersebut dilakukan oleh Royal Commission for the City of Makkah and the Holy Sites (Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Masyair Suci) guna memastikan perubahan kondisi di lapangan dapat segera tercermin pada peta digital yang digunakan berbagai instansi terkait.

 

Kelola Lebih dari 20 Ribu Titik Lokasi Selama Musim Haji

 

Mengutip laporan ajel.sa, selama musim haji 1447 H, Komisi Kerajaan mengelola data lebih dari 20.000 penanda lokasi, kawasan, dan layanan pada peta digital. Selain itu, lembaga tersebut juga mengembangkan lebih dari 20 peta interaktifyang mencakup kawasan Masyair, area pusat Kota Makkah, hingga Masjidil Haram.

 

Kantor Manajemen Data (Data Management Office) juga memperkuat integrasi data dengan 30 instansi terkait. Integrasi tersebut memungkinkan penyediaan data yang andal secara real-time sekaligus mendukung pemantauan indikator operasional dalam pelayanan jemaah haji.

 

Pembaruan Data Dilakukan Setiap 60 Detik

 

Komisi Kerajaan secara rutin memantau perubahan jaringan jalan, lokasi penting, serta berbagai fasilitas yang digunakan jemaah. Informasi tersebut kemudian diperbarui pada peta digital yang dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional maupun navigasi.

 

Selama musim haji 1447 H, tim melakukan pembaruan terhadap lebih dari 4.400 titik geospasial pada peta digital "Hudhud". Selain itu, data lebih dari 3.250 ruas jalan diperbarui dan 70 penutupan jalan dicatat, dengan pembaruan data dilakukan setiap 60 detik.

 

Pembaruan cepat tersebut memungkinkan setiap perubahan kondisi di lapangan segera ditampilkan pada sistem digital sehingga memudahkan pemantauan arus lalu lintas dan mobilitas jemaah.

 

Proses pembaruan data juga mencakup lokasi-lokasi yang melayani jemaah dan pengunjung. Sebanyak 8.248 titik layanan khusus haji ditinjau melalui peta "Balady", sementara 3.119 titik baru ditambahkan di kawasan Masyair.

 

Langkah ini meningkatkan akurasi informasi mengenai berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia pada peta digital.

 

Platform Pantau Lalu Lintas dan Pergerakan Jemaah

 

Selain pembaruan peta, Komisi Kerajaan juga memanfaatkan Traffic Status and Situational Awareness Platform untuk memantau kondisi lalu lintas dan kepadatan pergerakan jemaah.

 

Selama musim haji 1447 H, platform tersebut merekam sekitar 9 juta gambar kondisi lalu lintas serta menampilkan lebih dari 350.000 titik dan elemen geospasial. Pemantauan dilakukan terhadap jaringan jalan sepanjang lebih dari 1.400 kilometer dan menghubungkan 419 halte bus dengan jadwal operasional secara real-time.

 

Data tersebut menjadi dasar pemantauan kondisi jalan, pergerakan transportasi, serta aktivitas di berbagai titik layanan melalui satu sistem digital yang mengintegrasikan informasi spasial dan operasional.

 

Data geospasial juga dimanfaatkan secara langsung oleh jemaah melalui platform panduan digital. Platform tersebut menyediakan 11 peta navigasi yang mencakup lebih dari 5.000 lokasi dalam lebih dari 10 kategori layanan, mulai dari fasilitas kesehatan, pendidikan, layanan keagamaan, transportasi, hingga destinasi wisata.

 

Selama musim haji 1447 H, seluruh peta panduan itu telah digunakan sebanyak 537.197 kali.

 

Peta Masjidil Haram menjadi yang paling banyak diakses dengan 233.590 penggunaan, disusul peta batas administrasi Kota Makkah sebanyak 69.275 penggunaan, serta peta titik layanan dan lokasi perkemahan yang diakses 44.084 kali.

Read more
...
31 July 2026
Jabal Rahmah Bukan Tempat Minta Jodoh! Saudi Genca...

Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat edukasi keagamaan bagi jemaah umrah yang berziarah ke Jabal Rahmah di kawasan Arafah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik-praktik yang tidak sesuai syariat, seperti tindakan berbau khurafat hingga vandalisme di salah satu lokasi bersejarah yang kerap dikunjungi jemaah dari berbagai negara.

 

Program tersebut dijalankan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi melalui Sekretariat Jenderal Penyuluhan Islam untuk Haji, Umrah, dan Ziarah selama musim umrah 1448 Hijriah.

 

Dai dan Penerjemah Disiagakan di Jabal Rahmah

 

Kementerian menyiapkan layanan penyuluhan langsung di kawasan Jabal Rahmah dan Masjid Namirah melalui stan-stan edukasi yang dapat diakses para peziarah.

 

Di lokasi tersebut, para dai bersama penerjemah dalam berbagai bahasa memberikan konsultasi keagamaan sekaligus menjawab pertanyaan jemaah mengenai tata cara berziarah yang sesuai dengan syariat Islam.

 

Program ini merupakan bagian dari sistem layanan terpadu yang disiapkan pemerintah Arab Saudi untuk memberikan pemahaman mengenai hukum-hukum syariat terkait kunjungan ke situs-situs bersejarah sekaligus meningkatkan literasi keagamaan para peziarah.

 

Luruskan Pemahaman yang Keliru

 

Selain memberikan konsultasi, petugas juga mengingatkan jemaah terhadap berbagai kekeliruan dalam pelaksanaan ibadah serta meluruskan pemahaman yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

 

Sebagai bagian dari edukasi, kementerian turut membagikan buku, brosur, dan berbagai materi keislaman dalam beragam bahasa agar lebih mudah dipahami oleh jemaah dari berbagai negara.

 

Melalui langkah tersebut, pemerintah Arab Saudi berharap pemahaman syariat Islam di kalangan peziarah semakin meningkat sehingga pelaksanaan ibadah dapat berlangsung sesuai tuntunan.

 

Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan menyebut program edukasi ini merupakan bagian dari misinya dalam menyebarluaskan pemahaman syariat Islam, memperkuat nilai moderasi (wasathiyah), serta menampilkan kualitas pelayanan Arab Saudi kepada para tamu Allah.

 

Program tersebut juga menjadi salah satu upaya yang sejalan dengan target Saudi Vision 2030 dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji dan umrah.

Read more
...
29 July 2026
Kabar Baik! Arab Saudi Permudah Akses Masuk Jemaah...

Kabar baik bagi calon jemaah umrah. Pemerintah Arab Saudi mulai menerapkan kemudahan proses kedatangan bagi jemaah melalui seluruh pintu masuk Kerajaan, baik jalur udara, darat, maupun laut. Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan teknologi digital, gerbang elektronik (e-gate), serta kesiapan petugas keimigrasian guna mempercepat proses pemeriksaan saat kedatangan.

 

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Arab Saudi meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah umrah sejak pertama kali memasuki wilayah Kerajaan.

 

Layanan Imigrasi Dipercepat dengan Teknologi Modern

 

Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi memanfaatkan sistem digital dan e-gate di berbagai pintu masuk internasional untuk memperlancar arus kedatangan jemaah.

 

Dengan penerapan teknologi tersebut, proses pemeriksaan keimigrasian diharapkan berlangsung lebih cepat sehingga jemaah dapat melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci dengan lebih nyaman.

 

Melansir Saudi Press Agency, peningkatan layanan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Arab Saudi dalam memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu Allah sejak tiba di wilayah Kerajaan.

 

Komitmen Hadirkan Layanan yang Cepat dan Aman

 

Direktorat Jenderal Paspor menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan keimigrasian yang cepat, aman, dan berkualitas bagi seluruh jemaah umrah.

 

Selain mengoptimalkan teknologi, petugas keimigrasian juga disiagakan di seluruh pintu masuk untuk memastikan setiap proses kedatangan berlangsung tertib, efisien, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

 

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu jemaah menjalankan ibadah umrah dengan lebih tenang tanpa menghadapi kendala administratif saat memasuki Arab Saudi.

 

Jemaah Diingatkan Patuhi Aturan Visa

 

Di samping peningkatan layanan, Direktorat Jenderal Paspor juga mengingatkan seluruh jemaah agar mematuhi ketentuan keimigrasian selama berada di Arab Saudi.

 

Setiap pengunjung diminta memperhatikan masa berlaku visa dan meninggalkan wilayah Kerajaan sebelum izin tinggal berakhir.

 

Kepatuhan terhadap aturan tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran penyelenggaraan musim umrah sekaligus menciptakan kenyamanan bagi seluruh jemaah yang datang dari berbagai negara.

 

 

Read more
...
28 July 2026
Jemaah Umrah Perempuan Wajib Tahu! Ini Jadwal Terb...

 Kabar penting bagi jemaah umrah perempuan, khususnya dari Indonesia, yang ingin beribadah di Hijr Ismail. Otoritas Masjidil Haram kini menerapkan mekanisme antrean yang lebih tertata bagi jemaah perempuan yang hendak memasuki area tersebut guna menjaga kelancaran arus jemaah dan mengurangi kepadatan di sekitar Ka'bah.

 

Panduan terbaru tersebut ditampilkan melalui layar informasi resmi di King Fahd Gate (Pintu 79) Masjidil Haram. Dalam sistem yang berlaku saat ini, jemaah perempuan tidak lagi dapat langsung menuju Hijr Ismail, melainkan harus mengikuti prosedur antrean sesuai arahan petugas keamanan.

 

Antre di Pintu 75, 76, atau 77

 

Jemaah perempuan yang ingin melaksanakan salat di Hijr Ismail diminta datang lebih awal dan bergabung di area antrean yang berada di depan Pintu 75, 76, atau 77.

 

Selanjutnya, petugas keamanan akan memanggil jemaah secara bertahap dalam beberapa kelompok. Setelah mendapat giliran, jemaah dipersilakan mengikuti arahan petugas hingga memasuki area Hijr Ismail.

 

Penerapan sistem tersebut bertujuan menjaga ketertiban sekaligus mengurangi kepadatan di salah satu lokasi yang paling diminati jamaah di Masjidil Haram.

 

Jadwal Akses untuk Jemaah Perempuan

 

Berdasarkan informasi yang ditampilkan pada layar resmi di Gate 79, akses menuju Hijr Ismail bagi jemaah perempuan saat ini dibuka pada:

 

Pukul 06.00–09.00 waktu Arab Saudi

 

Namun demikian, jadwal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi operasional serta tingkat kepadatan jemaah di Masjidil Haram.

 

Tips agar Peluang Masuk Lebih Besar

 

Agar proses ibadah berjalan lebih lancar, jemaah perempuan disarankan memperhatikan beberapa hal berikut:

 

Datang lebih awal sebelum antrean semakin panjang.

 

Menjaga wudu sebelum memasuki area antrean.

 

Membawa botol semprot kecil berisi air untuk memperbarui wudu apabila diperlukan tanpa harus meninggalkan antrean.

 

Mematuhi seluruh arahan petugas keamanan selama proses masuk berlangsung.

 

Hijr Ismail merupakan bagian dari fondasi asli Ka'bah. Karena itu, banyak ulama menjelaskan bahwa salat di dalam Hijr Ismail memiliki keutamaan sebagaimana salat di dalam Ka'bah.

 

Tingginya minat jemaah untuk beribadah di lokasi tersebut membuat kesempatan masuk sering kali terbatas. Dengan memahami prosedur terbaru yang diterapkan otoritas Masjidil Haram, jemaah umrah Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan ibadah dengan lebih baik serta menghindari kendala saat berada di kawasan Masjidil Haram.

Read more
...
27 July 2026
Arab Saudi Siagakan Nusuk Care 24 Jam, Jemaah Haji...

Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat kualitas pelayanan bagi jemaah haji dan umrah melalui pengoperasian Nusuk Care Center, pusat layanan terpadu yang beroperasi selama 24 jam. Kehadiran pusat layanan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman ibadah jemaah sejalan dengan target Saudi Vision 2030 dan Pilgrim Experience Program.

 

Melansir Saudi Press Agency (SPA), Nusuk Care Center menjadi garda terdepan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam memberikan berbagai layanan pendampingan kepada jemaah, mulai dari informasi, pengaduan, hingga bantuan penggunaan layanan digital.

 

Layani Jemaah yang Tersesat hingga Pengaduan

 

Nusuk Care Center menyediakan beragam layanan untuk memenuhi kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci. Di antaranya membantu jemaah yang tersesat, menjawab berbagai pertanyaan, menerima keluhan, menangani laporan orang hilang, serta memberikan pendampingan dalam penggunaan aplikasi Nusuk dan Tawakkalna.

 

Layanan tersebut dirancang untuk memastikan proses ibadah berlangsung lebih mudah, nyaman, dan efisien bagi para jemaah.

 

Beroperasi di Kota-Kota Utama Tanah Suci

 

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyebutkan, Nusuk Care Center beroperasi di Makkah, Madinah, Jeddah, serta kawasan masyair pada musim haji. Selain itu, pusat layanan juga ditempatkan di berbagai lokasi dengan konsentrasi jemaah yang tinggi.

 

Seluruh pusat layanan beroperasi selama 24 jam dengan dukungan petugas berkewarganegaraan Arab Saudi yang telah memiliki kompetensi khusus. Para petugas juga menguasai berbagai bahasa, termasuk bahasa isyarat, sehingga mampu melayani kebutuhan jemaah dari berbagai negara.

 

Dalam operasionalnya, Nusuk Care Center bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah, mitra sektor swasta, serta organisasi nirlaba untuk memastikan setiap kebutuhan jemaah dapat ditangani secara cepat dan optimal.

 

Layani Jemaah hingga Mitra Penyedia Akomodasi

 

Selain memberikan layanan langsung kepada jemaah, Nusuk Care Center juga melayani kebutuhan para mitra bisnis di sektor penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

 

Bagi jemaah individu, layanan yang tersedia meliputi pendampingan, konsultasi, penanganan pertanyaan, pengelolaan pengaduan, bantuan dalam kasus orang hilang, dukungan penggunaan aplikasi Nusuk dan Tawakkalna, serta berbagai program pengayaan pengalaman ibadah.

 

Sementara bagi mitra usaha, layanan diberikan melalui kantor pusat Kementerian Haji dan Umrah, antara lain berupa proses akreditasi penyedia layanan akomodasi serta penanganan berbagai pertanyaan dari penyedia layanan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat integrasi ekosistem layanan bagi jemaah haji dan umrah

Sumber :

Read more
...
23 July 2026
Arab Saudi Luncurkan Rencana Operasional Umrah Mus...

Pemerintah Arab Saudi mulai mempersiapkan penyelenggaraan musim umrah 1448 Hijriah dengan meluncurkan rencana operasional terpadu di Masjid Nabawi, Madinah. Melalui Kepresidenan Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, berbagai program keagamaan, edukasi, hingga penguatan layanan lapangan yang disiapkan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah jemaah umrah dan peziarah dari berbagai negara.

 

Peluncuran dilakukan oleh Presiden Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Dr. Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais, sebagai penanda dimulainya musim umrah dan kunjungan 1448 H di Masjid Nabawi.

 

Al-Sudais mengatakan rencana operasional tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan keagamaan, memperkuat kesiapan operasional, sekaligus mempererat sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.

 

“Rencana tersebut berfokus pada peningkatan kualitas layanan keagamaan, penguatan kesiapan operasional, dan peningkatan integrasi di antara berbagai lembaga dan departemen untuk mengakomodasi meningkatnya jumlah jamaah umrah dan pengunjung serta memperkaya pengalaman spiritual mereka di masjid,” kata Al Sudais dikutip dari kantor berita resmi Saudi, SPA pada Rabu (22/07).

 

Program Keagamaan dan Edukasi Diperluas

 

Dalam rencana operasional tersebut, Kepresidenan Urusan Keagamaan menyiapkan berbagai program pengayaan keagamaan, dakwah, serta edukasi bagi para jemaah dan peziarah.

 

Program-program itu juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengembangkan layanan keagamaan di Masjid Nabawi sekaligus mendukung kepemimpinan Arab Saudi dalam meningkatkan pelayanan di Dua Masjid Suci.

 

Selain itu, Al-Sudais juga meluncurkan Summer Benefits from the Prophet's Mosque Initiative, sebuah inisiatif khusus selama musim panas yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman spiritual para pengunjung.

 

Program tersebut menghadirkan rangkaian kajian ilmiah, ceramah keagamaan, dan kegiatan edukatif yang dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, mendorong peningkatan ibadah, serta meningkatkan literasi keagamaan masyarakat.

 

Tak hanya itu, inisiatif tersebut juga menyediakan bimbingan praktis mengenai tata cara berwudu sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW. Melalui pemaksaan langsung, pengunjung diberikan pendampingan sekaligus koreksi terhadap kesalahan umum yang terjadi saat berwudu.

 

Pusat Layanan Lapangan Resmi Beroperasi

 

Sebagai bagian dari penguatan pelayanan pada musim umrah 1448 H, Al-Sudais juga meresmikan Field Services Center atau Pusat Layanan Lapangan di Masjid Nabawi.

 

Pusat layanan tersebut dibentuk untuk memperkuat sistem pelayanan keagamaan berbasis lapangan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi para jemaah dan peziarah.

 

Menurut Al-Sudais, pusat kehadiran layanan tersebut sejalan dengan sasaran rencana operasional yang menitikberatkan pada peningkatan kesiapan petugas, pengembangan sistem pelayanan keagamaan, serta percepatan respon terhadap kebutuhan jamaah.

 

Peluncuran pusat tersebut sejalan dengan tujuan rencana operasional untuk meningkatkan kesiapan lapangan, mengembangkan sistem layanan keagamaan, dan memperkuat kecepatan respon terhadap kebutuhan jamaah umrah dan pengunjung, sehingga memperkaya pengalaman keagamaan mereka dan mencapai standar kualitas dan keunggulan tertinggi dalam melayani pengunjung Masjid Nabawi.

 

Ia menambahkan, pusat layanan lapangan menjadi salah satu pilar utama dalam operasional musim umroh dan kunjungan 1448 H. Keberadaannya diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarunit kerja, meningkatkan efisiensi pelayanan di lapangan, serta menghadirkan layanan keagamaan yang berkualitas bagi pa

ra jemaah dari seluruh dunia.

 

Read more
...
22 July 2026
Indonesia Duduki Posisi Kedua Pengirim Jamaah Umra...

JAKARTA–Pergerakan jamaah umrah dari berbagai negara di awal musim 1448H menunjukan lonjakan yang cukup signifikan. Betapa tidak, hingga 29 Muharram 1448H, pemerintah Arab Saudi mencatat sebanyak 931.500 jamaah telah memasuki Tanah Suci sejak dimulainya awal musim umrah pada 15 Dzulhijjah 1447H. Angka tersebut meningkat 22,5 persen dibandingkan periode yang sama pada awal musim umrah tahun sebelumnya.

 

Seperti dirilis Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam postingannya di akun resmi X pada Sabtu (18/7/2026) menunjukkan tren positif dalam penyelenggaraan umrah di tengah memanasnya kembali eskalasi Timur Tengah.

 

Dalam data itu disebutkan juga Pakistan sebagai negara pengirim jamaah umrah terbanyak sekitar 200.000 jamaah. Sementara Indonesia masih berada di posisi kedua dengan jumlah sebanyak 170.000 jamaah umrah. Kemudian di posisi ketiga ada Irak yang mengirimkan sebanyak 130.000 jamaah.

 

Setidaknya, dengan posisi Indonesia sebagai negara kedua terbanyak pengirim jamaah umrah di awal musim ini menjadi indikator masih tingginya minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. (hay)

Read more
...
21 July 2026
"Pedagang" dan Tempat Suci: Sebuah bisikan Hati

Kita menghabiskan hari-hari kita sebagai "pedagang" yang gelisah di pasar yang ramai dan berisik, menukar waktu tenang dalam hidup kita dengan beban berat yang kita kira emas. Kita membangun tempat nyaman, mengisi rak-rak kita dengan penghargaan duniawi, dan membungkus diri kita dengan pakaian kesuksesan. Namun—ketika hiruk pikuk siang hari memudar dan malam tiba, hembusan angin dingin yang halus berhembus melalui lorong-lorong dada.

Itu adalah rasa sakit yang mendalam karena kehilangan bagian yang hilang. Kita menyadari bahwa tangan kita penuh, tetapi jiwa kita benar-benar kering.

Datanglah fajar ketika pengembaraan harus berakhir. Jiwa, lelah membawa dunia, mendengar gema yang jauh dan familiar memanggilnya kembali ke halaman penciptaannya. Kita menggenggam tangan orang-orang yang kita cintai, melangkah keluar dari bayang-bayang kota-kota menjulang yang kita bangun, dan berjalan menuju cahaya yang telah menyala sejak awal waktu.

Perhatikan para pensyiar Baitullah. Mereka tidak menjauh dari kehidupan; mereka berjalan menuju esensi kehidupan itu sendiri. Mereka telah menanggalkan baju besi dunia modern yang berat dan rumit untuk mengenakan kain penyerahan diri yang sederhana dan tanpa cela. Menara-menara bercahaya di depan bukanlah sekadar tujuan di peta; itu adalah perapian yang menyambut dari Rumah yang kita lupakan bahwa kita adalah miliknya.

Beberapa perjalanan dirancang untuk menunjukkan cakrawala baru. Perjalanan ini dirancang untuk mengembalikan hatimu sendiri.

Pergilah dan temukan apa yang telah hilang. Karena perjalanan suci tidak hanya menyegarkan tubuh—tetapi juga menebus jiwa.

 

- gLg -

Read more
...
21 July 2026
Arab Saudi Luncurkan Visa Khusus, Jamaah Umrah Bis...

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memperkenalkan visa umrah masuk ganda (multiple-entry). Dengan visa ini, jamaah umrah dimungkinkan masuk ke Arab Saudi berkali-kali dalam jangka waktu satu tahun, dengan total masa tinggal di sana hingga 90 hari.

 

Visa ini berlaku selama 365 hari sejak tanggal diterbitkan dan memungkinkan jamaah melakukan beberapa kali kunjungan selama masa berlakunya. Total masa tinggal 90 hari dihitung secara kumulatif berdasarkan jumlah hari yang dihabiskan di Arab Saudi pada setiap kunjungan.

 

Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan Jika Fiskal Tertekan Mendagri Tito Karnavian Prihatin, Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas Pasca OTT Bupati Lombok Barat Wamentan: B50 Percepat Swasembada Energi RI Sesuai Visi Prabowo

Namun, kementerian menegaskan bahwa visa umrah multiple-entry tidak dapat digunakan untuk memasuki Arab Saudi selama musim haji. Selain itu, durasi paket layanan umrah yang dipilih tidak boleh melebihi sisa masa tinggal yang masih tersedia berdasarkan visa tersebut.

 

Untuk memperoleh visa ini, jamaah wajib membeli paket layanan dari salah satu penyedia layanan yang telah terakreditasi dan terdaftar di platform Nusuk untuk setiap kunjungan.

 

Sebelum setiap kali masuk ke Arab Saudi, jamaah juga diwajibkan memperoleh izin umrah melalui aplikasi Nusuk. Tanggal izin umrah harus sesuai dengan paket layanan yang telah disetujui, serta memenuhi seluruh persyaratan perjalanan dan ketentuan masuk yang berlaku.

 

Kementerian menambahkan bahwa visa tersebut akan secara otomatis dinonaktifkan setiap kali jamaah meninggalkan Arab Saudi. Dan, akan diaktifkan kembali untuk kunjungan berikutnya setelah seluruh persyaratan sesuai regulasi dipenuhi.

 

Sisa masa tinggal yang masih tersedia akan secara otomatis dibawa ke kunjungan berikutnya dan dapat digunakan selama visa tersebut masih berlaku.

 

Sumber:

 

Saudi Gazette

Read more
...
20 July 2026
Indonesia Jadi Penyumbang Jamaah Umrah Terbesar Ke...

HIMPUHNEWS - Musim Umrah 1448 Hijriah dibuka dengan lonjakan jumlah jamaah dari berbagai negara. Pemerintah Arab Saudi mencatat sebanyak 931.500 jamaah telah memasuki Kerajaan menggunakan visa umrah sejak 15 Dzulhijjah hingga akhir Muharram. Angka tersebut meningkat 22,5 persen dibandingkan periode yang sama pada musim umrah sebelumnya.

 

Data yang dirilis Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama Pilgrim Experience Program itu menunjukkan tren positif penyelenggaraan umrah sekaligus menjadi salah satu indikator berkembangnya sektor pelayanan ibadah yang didorong melalui implementasi Saudi Vision 2030.

 

Selain peningkatan jumlah pemegang visa umrah, Arab Saudi juga mencatat lebih dari 1,27 juta jamaah dari luar negeri tiba di negara tersebut sepanjang periode yang sama.

 

Dalam daftar negara asal jamaah, Pakistan menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar 200.000 jamaah.

 

Indonesia berada di peringkat kedua dengan sekitar 170.000 jamaah, disusul Irak di posisi ketiga yang mengirimkan sekitar 130.000 jamaah.

 

Posisi Indonesia sebagai salah satu penyumbang jamaah terbesar menunjukkan tingginya minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah serta memperkuat hubungan keagamaan antara Indonesia dan Arab Saudi.

 

75 Persen Jamaah Datang Melalui Jalur Udara

 

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga melaporkan mayoritas jamaah umrah dari luar negeri memasuki Arab Saudi melalui jalur udara.

 

Sebanyak 75 persen jamaah menggunakan penerbangan internasional, sedangkan 25 persen lainnya masuk melalui jalur darat dan pelabuhan laut.

 

Dominasi transportasi udara tersebut menunjukkan semakin besarnya peran konektivitas penerbangan internasional dalam mendukung kelancaran perjalanan ibadah umrah.

 

Digitalisasi Jadi Penopang Lonjakan Jamaah

 

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menilai peningkatan jumlah jamaah turut didukung penguatan layanan digital dan operasional yang terus dikembangkan.

 

Berbagai inovasi dilakukan untuk mempermudah proses perjalanan jamaah, mulai dari tahap perencanaan keberangkatan, pengurusan layanan, hingga kepulangan ke negara asal.

 

Selain meningkatkan efisiensi operasional, pengembangan layanan tersebut juga bertujuan memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman, aman, dan berkualitas bagi jamaah umrah dari berbagai negara.

 

Upaya tersebut merupakan bagian dari implementasi Saudi Vision 2030 yang menempatkan pelayanan kepada tamu Allah sebagai salah satu prioritas utama pemer

intah Arab Saudi.

 

Bagikan :

Read more
...
17 July 2026
Memahami Perbedaan Pembiayaan Haji Reguler dan Haj...

Dalam beberapa hari terakhir, pembahasan mengenai usulan skema pembiayaan Haji Reguler Tahun 2027 menjadi sorotan publik. Salah satu isu yang banyak diperbincangkan adalah komposisi pembiayaan yang diberitakan sekitar 60% berasal dari nilai manfaat pengelolaan dana haji dan 40% dibayarkan langsung oleh jemaah.

Seiring berkembangnya diskusi, muncul pula berbagai pandangan mengenai aspek keadilan dalam penggunaan nilai manfaat, termasuk bagi calon jemaah yang masih berada dalam antrean keberangkatan. Perlu dipahami bahwa pembahasan ini masih berlangsung, dan keputusan resmi mengenai BPIH Tahun 2027 akan ditetapkan melalui mekanisme Pemerintah bersama DPR.

Di tengah berbagai opini yang berkembang, ada satu hal yang penting dipahami: mekanisme pembiayaan Haji Reguler dan Haji Khusus memang dirancang berbeda. Memahami perbedaan ini akan membantu masyarakat melihat setiap informasi secara lebih utuh dan proporsional.

Haji Reguler: Nilai Manfaat sebagai Bagian dari Pembiayaan

Pada skema Haji Reguler, setoran awal calon jemaah dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dana tersebut menghasilkan nilai manfaat yang menjadi salah satu sumber pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji.

Saat ini, mekanisme pemanfaatan nilai manfaat tersebut menjadi bagian dari pembahasan publik, termasuk pandangan dari berbagai pihak mengenai prinsip keadilan bagi calon jemaah yang masih menunggu giliran berangkat.

Haji Khusus: Nilai Manfaat Menjadi Hak Jemaah

Skema Haji Khusus memiliki mekanisme yang berbeda. Calon jemaah menyetorkan dana awal sebesar USD 5.000, yang kemudian dikelola oleh BPKH selama masa tunggu.

Saat memasuki tahun keberangkatan, jemaah memperoleh nilai manfaat sesuai ketentuan yang berlaku. Selanjutnya, jemaah memilih paket haji yang ditawarkan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Total dana yang dimiliki jemaah merupakan akumulasi dari:

Setoran awal

Setoran pelunasan

Nilai manfaat hasil pengelolaan dana

Jumlah tersebut kemudian diperhitungkan dengan harga paket yang dipilih. Jika masih terdapat selisih, maka kekurangannya dibayarkan oleh jemaah pada saat pelunasan.

Ilustrasi sederhana:

Setoran awal: USD 5.000

Setoran pelunasan: USD 4.000

Nilai manfaat: USD 645

Total dana yang dimiliki jemaah menjadi USD 9.645.

Apabila paket haji yang dipilih bernilai USD 16.500, maka sisa pembayaran sebesar USD 6.855 dilunasi oleh jemaah.

Dengan demikian, pada Haji Khusus, nilai manfaat merupakan bagian dari dana milik jemaah yang diperhitungkan dalam pembiayaan paket haji yang dipilih.

Mengapa Pemahaman Ini Penting?

Memahami perbedaan kedua skema tersebut membantu kita menempatkan setiap informasi dalam konteks yang tepat. Diskusi mengenai pembiayaan Haji Reguler memiliki ruang kebijakan tersendiri, sementara Haji Khusus berjalan dengan mekanisme yang berbeda sesuai regulasi yang berlaku.

Semakin baik literasi masyarakat mengenai pembiayaan haji, semakin objektif pula kita dapat menyikapi berbagai informasi dan dinamika yang berkembang.

Pada akhirnya, tujuan kita tetap sama: mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang transparan, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah Indonesia.

Catatan: Tulisan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai perbedaan mekanisme pembiayaan Haji Reguler dan Haji Khusus. Pembahasan mengenai usulan pembiayaan Haji Reguler Tahun 2027 mengacu pada informasi yang sedang berkembang di ruang publik. Keputusan resmi mengenai BPIH Tahun 2027 masih menunggu pembahasan dan penetapan oleh Pemerintah bersama DPR.

Read more
...
17 July 2026
Kemenhaj Saudi Imbau Jamaah Gunakan Panduan Umrah ...

JAKARTA -- Kementerian Haji dan Umrah mengimbau masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umrah dan berziarah ke Masjid Nabawi untuk memanfaatkan "Panduan Umrah dan Ziarah" yang tersedia di situs resminya.

Panduan tersebut berisi informasi edukatif dan petunjuk pelaksanaan ibadah. Ini guna memudahkan jemaah menjalankan rangkaian ibadah dengan nyaman, tenang, dan lebih siap menyambut perjalanan spiritual mereka.

Tersedia dalam 16 bahasa, panduan ini menyajikan informasi lengkap yang mencakup seluruh tahapan perjalanan umrah dan ziarah Mulai dari persiapan sebelum keberangkatan, prosedur visa, persyaratan masuk ke Arab Saudi, tata cara berihram, pelaksanaan ibadah umrah, transportasi, tata cara berziarah ke Masjid Nabawi, hingga prosedur kepulangan.

Panduan disusun secara kronologis sehingga dapat mendampingi jamaah di setiap tahap perjalanan. Ini bisa memudahkan mereka mengakses informasi yang sesuai dengan kebutuhan pada setiap fase.

Selain itu, panduan ini dilengkapi peta interaktif, tautan ke layanan digital, serta panduan visual untuk membantu jamaah melaksanakan ibadah sesuai sunnah sekaligus memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia.

Di dalamnya juga terdapat penjelasan rinci mengenai miqat, adab berihram, tata cara tawaf dan sa'i, pelaksanaan salat di Dua Masjid Suci, serta adab berziarah ke tempat-tempat suci. Panduan ini juga memuat petunjuk teknis, pedoman kesehatan dan keselamatan, nomor kontak darurat, serta berbagai layanan digital yang dibutuhkan selama perjalanan.

Selain itu, panduan tersebut menyediakan tautan langsung ke berbagai platform dan layanan elektronik yang memudahkan jemaah memperoleh informasi resmi terbaru.

Kementerian menjelaskan bahwa "Panduan Umrah dan Ziarah" merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran jamaah, mendorong kepatuhan terhadap peraturan, serta membantu para jamaah umrah dan peziarah melaksanakan ibadah dengan mudah, aman, dan penuh ketenangan.

Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen kementerian dalam meningkatkan kualitas layanan bagi para tamu Allah.

Kementerian mengundang masyarakat yang ingin mengakses panduan tersebut untuk mengunjungi halaman resminya di: 

 

 

Sumber dari :

https://haj.gov.sa/en/Awareness-Center/Awareness-Guides/Umra

 

 

 

 

 

 

Read more
...
16 July 2026
Museum Al-Qur'an di Makkah Tampilkan Cara Penulisa...

HIMPUHNEWS – Arab Saudi menghadirkan pengalaman baru bagi jemaah haji, umrah, dan wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Al-Qur'an melalui Museum Al-Qur'an di Distrik Budaya Hira, Makkah. Museum ini mengajak pengunjung menelusuri perjalanan turunnya wahyu, proses pencatatan ayat-ayat Al-Qur'an pada masa Rasulullah SAW, hingga penyusunannya menjadi satu mushaf.

 

Mengutip Arab News, Selasa (14/7/2026), museum tersebut memadukan koleksi bersejarah dengan teknologi interaktif untuk menggambarkan bagaimana Al-Qur'an dijaga keasliannya sejak pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Salah satu koleksi utama yang ditampilkan adalah replika berbagai media yang digunakan para sahabat untuk menuliskan ayat-ayat Al-Qur'an ketika wahyu masih turun.

 

Sebelum Al-Qur'an dihimpun menjadi satu mushaf, ayat-ayat ditulis di berbagai media yang tersedia pada masa itu, seperti perkamen kulit, daun palem, kayu, batu, hingga tulang hewan, termasuk tulang belikat dan tulang rusuk.

 

Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat melihat gambaran kondisi masyarakat Arab pada masa awal Islam sekaligus memahami bagaimana para sahabat berupaya menjaga setiap ayat yang diturunkan.

 

Museum juga melengkapi setiap koleksi dengan penjelasan ilmiah dan presentasi interaktif yang menjelaskan fungsi masing-masing media penulisan serta proses pencatatan wahyu.

 

Menelusuri Sejarah Turunnya Wahyu

 

Berdasarkan informasi dari Visit Saudi, Museum Al-Qur'an tidak hanya memamerkan benda-benda bersejarah, tetapi juga menyajikan perjalanan Al-Qur'an sejak wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Melalui ruang pameran modern, pengunjung diajak memahami proses turunnya wahyu, pencatatan oleh para sahabat, hingga penyusunan Al-Qur'an menjadi satu mushaf pada masa para khalifah.

 

Seluruh materi disampaikan melalui teknologi digital, multimedia, dan konten ilmiah sehingga dapat dipahami oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga jemaah haji dan umrah.

 

Salah satu atraksi yang menjadi perhatian pengunjung adalah simulasi digital yang menggambarkan momen turunnya wahyu pertama di Gua Hira.

 

Teknologi visual tersebut menghadirkan ilustrasi sejarah turunnya Surah Al-'Alaq sebagai wahyu pertama yang menandai awal diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul.

 

Koleksi Manuskrip dari Berbagai Periode Sejarah

 

Museum Al-Qur'an juga menyimpan berbagai manuskrip Al-Qur'an dari sejumlah periode sejarah Islam.

 

Koleksi mushaf kuno tersebut memperlihatkan perkembangan seni penulisan Al-Qur'an dari masa ke masa, mulai dari ragam kaligrafi, teknik penyalinan, hingga ornamen yang menghiasi setiap halaman.

 

Selain manuskrip, museum menghadirkan paviliun budaya yang menjelaskan perkembangan ilmu-ilmu Al-Qur'an, sejarah penyebarannya, serta pengaruh kitab suci tersebut terhadap peradaban dunia.

 

Museum Al-Qur'an merupakan salah satu destinasi utama di Distrik Budaya Hira yang berada di kaki Gunung Hira, Makkah.

 

Kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi budaya dan wisata religi yang menghadirkan pengalaman edukatif mengenai sejarah Islam. Lokasinya berada di dekat jalur utama yang menghubungkan Kota Makkah dan Taif sehingga mudah diakses oleh jemaah maupun wisatawan.

 

Distrik Budaya Hira berada di bawah pengawasan Komisi Kerajaan untuk Makkah Al-Mukarramah dan Tempat-Tempat Suci.

 

Selain Museum Al-Qur'an, kawasan ini juga dilengkapi pusat informasi pengunjung serta Galeri Wahyu yang mengisahkan perjalanan turunnya wahyu kepada para nabi hingga wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Telah Dikunjungi Lebih dari 4 Juta Orang

 

Popularitas Distrik Budaya Hira terus meningkat. Berdasarkan data tahun 2025 yang dirilis Hira District, kawasan tersebut telah menerima lebih dari 4 juta pengunjung dari 132 negara.

 

Pengembangan Museum Al-Qur'an dan Distrik Budaya Hira menjadi bagian dari implementasi Visi Arab Saudi 2030yang bertujuan memperkuat sektor budaya, pariwisata, serta pelestarian warisan Islam.

 

Melalui museum ini, Arab Saudi menghadirkan pusat pembelajaran yang memungkinkan pengunjung memahami sejarah turunnya Al-Qur'an, proses penulisannya, hingga upaya para sahabat dan generasi setelahnya dalam menjaga keaslian kitab suci umat Islam.

Read more